Kapsul Waktu Pesantren Kilat

0
925
Dian Fadillah, S.Sos

Oleh : Dian Fadillah,S.Sos
Komunitas Pemerhati Jalan-Jalan
Bendahara Indonesia Organizaton Dance Sport (IODI) Kepri

Aktivitas dunia pendidikan hampir di seluruh Indonesia sudah pun akan berakhir tahun ajarannya. Suatu akhir yang ditutup dengan penerimaan rapor sebagai pembuktian naik atau tidak ke tingkat ataau kelas yang lebih tinggi. Sebahagian daerah sudah melaksanakannya dan yang lain menyusul di bulan ramadan ini. Ujian naik kelas yang sudah berakhir diikuti dengan diadakannya kegiatan yang disebut dengan “Pesantren Kilat”.

Pesantren Kilat berasal dari kata “santri” dengan awalan “pe”dan akhiran”an”yang berarti tempat tinggal santri. Soegarda Poerbakawatja juga menjelaskan bahwa Pesantren berasal dari kata santri, yaitu seseorang yang belajar agama Islam sehingga pesantren mempunyai arti tempat orang berkumpul untuk belajar agama yaitu mendalamiajaran agama Islam. Sedangkan kilat berarti “cepat sekali” sehingga Pesantren kilat berarti tempat para santri belajar agama secara memadai dalam waktu yang tidak terlalu lama (jangka waktu tertentu secara terbatas).

Lamanya kegiatan pesantren kilat berkisar antara satu minggusampai dengan satu bulan dan untuk tahun ini ada juga yangtiga hari saja karena situasi tertentu. Khusus untuk materi yang diajarkan dalam kegiatan ini yaitu Membaca Alqran, Keimanan Islam, Fiqih (ibadah), Ahklaq, Ceramah agama, infaqdan sedekah serta tadarus dan tafsir yang mana dapat dibagi menurut tingkat kemampuannya, mulai dari kelompok pemula (SD), SLTP sampai kelompok lanjutan (SLTA). Materi yang diajarkan dalam kelompok pemula adalah, belajar membaca Alquran dan amalan agama sehari-hari sedangkan dalam kelompok lanjutan materi yang diajarkan adalah belajar membaca kitab kuning dan diskusi dalam masalah-masalah Islam yang bertemporer.

Apabila di pesantren kegiatan ini diikuti dengan menginapakan tetapi untuk di sekolah dilakukan dari jam 07.30 sd 12.45 WIB dengan yang tidak menginap di tempat acara (Sekolah). Menurut Ahmad tafsir menjamurnya pesantren kilat itu pada dasarnya merupakan antisipasi kemajuan zaman terutama perkembangan sains dan teknologi, ditambah dengan kesibukan pembelajaran masing-masing sehingga perlu kiranya memberikan porsi lebih pendidikan agama untuk mendidik anaknya lebih baik.

Baca Juga :  Sektor Pariwisata, Kuda Hitam Pembangkit Perekonomian Kepri

Hal lain yang perlu menjadi sorotan kita juga adanya kekhawatiran terhadap dekadensi Akhlak serta amalan agama anaknya sehingga bisa menimbulkan kenakalan yang tidak dapat dielakkan sehingga langkah konkrit ini diikuti juga kampus kampus atau universitas dan sekolah tinggi dengan berbagai disiplin ilmu. Kegiatan tatap muka pembelajaran yang sudah agak lama terdiam karena proses evaluasi pendidikan sekolah.

Pemerintah pusat melalui Pemeintah daerah secara berkelanjutan melaksanakan aktivitas Pesantren Kilat yang operasionalnya sesuai dengan arahan Kementrian Keagamaan di prov kab kota masing masing. Adanya Pengaturan Pesantren Kilat juga dilakukan oleh agama lain seperti Budha di Virahara dan Kristen di Gereja yang sudha ditunjuk dan diarahkan kepada pembimbing masing-masing (Materi berdasarkan agama masing-masing) Sebagaimana diketahui bahwa pelaksanaan pendidikan di sekolah umum atau madrasah, sebagai pelaksanaan undang-undang no.2 tahun 1984 tentang sistem pendidikan Nasional berlangsung kurang memenuhi harapan dalam rangka peningkatan iman dan takwa sebagai upaya untuk membentuk manusia seutuhnya dan masyarakat Indonesia seluruhnya.

Meskipun terlambat, akhirnya pemerintah mengeluarkan instruksinya yang merupakan sejarah baru dalam dunia pendidikan. Yakni sebuah instruksi langsung dari bapak presiden bahwa seluruh lembaga pendidikan mulai tingkat SD hingga sekolah menengah dan atas di haruskan untuk menyelenggarakan pesantren kilat pada masa-masa liburan sekolah bagi siswa-siswi yang beragama Islam terutama dan agama lain dalam koridor masing-masing. Adalah suatu langkah kebijaksanaan yang sangat menggembirakan dan sangat didukung pelaksanaannya oleh semua pihak, MUI, organisasi Islam dan tentunya oleh pemerintah sendiri yaitu dari aparat dan instansi departemen pendidikan dan kebudayaan.

Baca Juga :  Politik Prematur Ala Panglima

Abdurrahman saleh mengatakan dalam bukunya yang berjudul“ Pendidikan Agama Dan Keagamaan” bahwa dengan adanya Pesantren Kilat yang diadakan di sekolah-sekolah nantinya akan dihasilkan lulusan seorang anak Indonesia yang taat beragama, bermoral, cerdas, dan tanggung jawab, serta tangguh dalam menghadapi pengaruh negatif dan arus globalisasi”. Dari beberapa penelitian kecil dapat diketahui bahwa hal/motif yang mendorong orang tua mengikuti pesantren kilatantara lain yaitu: Agar anaknya tidak nakal. Tujuan ini sebenarnya lebih banyak untuk kepentingan orang tua itu sendiri dari pada untuk kepentingan anaknya.

Mereka tidak terlalu Pada perkembangannya pelaksanaan Pesantren kilat (disadari ataupun tidak) hanya sebatas menjalankan kewajiban undang-undang yang jauh dari makna sebenarnya jangan sampai Pesantren kilat dijadikan modus “bisnis” baru dalam urusan buku panduan keagamaan secara materi. Kita perlumemberikan apresiasi penuh agar dapat digalakkan pada dunia pendidikan dengan memberikan materi ajar yang terencana dan tertata dengan baik, baik metode maupun tenaga pengajarnya. Walaupun singkat pelaksanaan Pesantren kilat diharapkan dapat memberi pengaruh signifikan terhadap perubahan tingkah laku dan emosi peserta didik.
Jangan sampai ilmu yang diberikan hanya melekat pada saat dilaksanakan saja dan setelah pelaksanaan hilang begitu saja.

Aktivitas rutin yang dinahkodai oleh Kepala Sekolah dan diawasi oleh Pembimbing/Panitia Pelaksana dari Guru yang sudah ditetapkan melalui SK itu dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawab selama proses kegiatan Pensantren Kilat dimulai pada dimulai dari tanggal 05 sd 07 Juni 2017 tepatnya Hari Senin sampai dengan Rabu (Mulai jam 07.30 sd Ba’daZhuhur jam 12.45) yang diikuti oleh seluruh siswa dan guru. Kegiatan itu positif dilakukan dalam upaya mengantisipasi kenakalan remaja usia remaja dewasa ini sehingga perlu dilakukan percepatan untuk kemajuan Pendidikan di Kota Tanjungpinang sendiri dan sekitarnya dengan jadwal yang sudah ditetapkan oleh Kemenag dan disesuaikan masing-masing Sekolah.

Baca Juga :  Pancasila Tetap jadi Kebutuhan Primer Bangsa Indonesia

Sisi positif yang dapat dilihat adalah bahwa semua program program ini dapat berlanjut dalam upaya tindakan preventif menyikapi permasalahan-permasalahan anak anak dan remaja saat ini terutama dalam usaha pembentukkan Akhlakul Karimah. Dengan upaya sungguh sungguh pembentukkan sejak dini semoga tingkah laku dan akhlak muliayang kiranya perlu dipikirkan way-out-nya Antisipasi aktif yang dilakukan dengan pemaknaan sikap yang cepat dan sudah dimulai dari saat ini (lebih baik mengantisipasidari pada itu terjadi).

Hal terpenting yang perlu dipersiapkan oleh orangtua untuk anak anaknya adalah dengan menggiatkan mereka dengan ikut aktif dengan kegiatan positif di luar sekolah dengan belajar mata pelajaran dengan mengikuti program bimbingan belajar atau kursus-kursus sehingga kesibukkan anak anak cukup tinggi dan akan membuat mereka tidak sempat untuk berbuat dan berpikir macam-macam. Akhirnya timbul nilai positif diri dari dalam untuk termotivasi secara mendalam: jiwa untuk dapat berkreasi dan mengaktualisasikan diri dan akan menjadi tujuan panjang masa depat yang perlu dipersiapkan secara serius oleh siswa yang bersangkutan dan orangtua kelak.

Timbul pertanyaan di benak kita saat ini, Keinginan besar upaya pelaksanaan Pesantren Kilat dapat menjadi Kapsul waktu perubahan kebaikan di bulan Ramadhan, membuat Kota Tanjungpinang lebih baik dengan tingkat positif thinking religious masyarakat sehingga dapat menjadi cikal bakal Kota Santri/Kota layak anak, nyaman dan aman untuk ditempati atau dikunjungi apalagi dapat dijadikan kota percontohan dunia pendidikan. Indonesia. Indonesia hebat masyarakat berkualitas. ***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here