Karantina Cek Formalin di Ikan

0
625
Petugas Karantina mengambil sampel ikan, kemarin.f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Balai Karantina Ikan Pengendali dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Tanjungpinang, BPOM Kepri dan Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang memeriksa ikan yang dijual para pedagang-pedangang di Pasar Bintancenter, Selasa (10/4).

Dari hasil pengecekan seluruhnya tidak ditemukan ikan yang mengandung formalin dan borak atau jenis pengawet lainnya.

Ahli Muda dan Inspektur Mutu Keamana Pangan Hasil Perikana pada BKIPM, Risma Delima Simanjuntak mengatakan, pengecekan sampel ikan untuk menjaga keamanan pangan pada produk perikanan yang berada di Pasar Bintancenter (Bincen). Dan juga menguji kandungan zat-zat kimia yang membahayakan seperti formalin dan borak pada ikan yang ada di Pasar Bincen.

Baca Juga :  Pemko Bakal Gelar Wisuda Santri

”Pasar Bincen ini kita ambil untuk sebagai contoh dan perwakilan pasar-pasar di Tanjungpinang,” katanya.

Risma menyebutkan, 11 sampel produk perikanan yang dilakukan pengujian yakni ikan asin sempat, ikan sarden, selar, bakso goreng kecil, bakso goreng sedang, bakso besar, bakso goreng ikan, ikan gabus laut, udang, tongkol, bakso ikan merah dan es batu yang digunakan pedagang ikan.

Pemilihan sampel yang dilakukan BKIPM secara acak. Namun, semua yang ada di meja-meja pedagang pihaknya berusaha mengambil sampling agar tidak ada kesenjangan antara penjual. ”Contohnya saja jika produk sama, maka di tempat yang lain kita memilih jenis produk perikanan yang lain,” sebutnya.

Baca Juga :  Pejabat BC Mangkir, Kepala BP Bungkam

Lanjutnya, dari 11 yang dilakukan pengecekan ikan dan produk perikanan di Pasar Bincen negatif, tidak mengandung formalin dan borak. ”Layak dikonsumsi karena tidak mengandung borak dan formalin,” jelasnya.

Menurutnya, apabila ikan yang mengandung formalin dan borak atau bahan pengawet lainnya, atau desinfektan yang digunakan untuk membersihkan jamur atau bakteri kalau dikonsumsi maka akan mengakibatkan upnormal pada jaringan tubuh manusia. ”Jadi di dalam tubuh kita akan terjadi pengerasan, jika makanan yang kita konsumsi mengadung formalin atau borak,” jelasnya.

Baca Juga :  16 Adegan Tewasnya Sarminah

Lebih lanjut, Risma memberikan pengetahuan tentang ikan yang mengandung formalin. Ciri-cirinya cenderung tidak menghasilkan lendir jadi lebih kering, pucat, dagingnya tidak elastis atau kaku.

Kemudian, jika teksturnya dilakukan penyayatan ototnya cenderung kering. ”Jadi kepada konsumen lebih cerdas untuk memilih dan mengkonsumsi ikan tanpa formalin,” ujarnya. (ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here