Karantina Perketat Pelabuhan Tikus

0
51
Petinggi Karantina dan stakeholder melakukan pemusnahan barang-barang hasil tegahan Karantina, Kamis (13/9). f-raymon/TANJUNGPINANG POS

Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang terus memperketat penjagaan masuknya tumbuhan dan hewan secara ilegal, melalui pelabuhan tidak resmi atau pelabuhan tikus di Kota Gurindam.

TANJUNGPINANG – Pasalnya, banyak pelabuhan ilegal atau pelabuhan tikus. Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang, Donny Muksydayan mengatakan, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan melaksanakan patroli bersama dengan TNI AL. Patroli ini juga melibatkan Bea Cukai dan bahkan KSOP, untuk sama-sama mengawasi aktivitas pelabuhan tikus di Tanjungpinang.

”Kalau pelabuhan resmi dijaga, kalau pelabuhan tak resmi tak ada yang jaga,”

”Kalau di pelabuhan-pelabuhan resmi memang ada yang jaga. Seperti bea cukai dan polisi sering dilakukan penegahan. Tapi kalau dipelabuhan tikus itu tidak yang jaga tetapi ada bongkar muat barang disitu,” katanya Jumat (13/9).

Menurutnya, ia selalu berupaya memperkuat penegahan tumbuhan dan hewan yang masuk ke Tanjungpinang, dan Kepri umumnya. Karena, pertama Kepri ini terasnya Indonesia sehingga jika dilihat dari secara geografis bertetangga dengan Malaysia dan Singapura.

Sambungnya, Selat Melaka adalah jalur perdagangan internasional, sehingga barang dari situ dapat bebas masuk ke Kepri bahkan sampai Tanjungpinang.

”Selain melakukan penegahan masuk ke Tanjungpinang memang harapan kami kalau tidak diperketa penjagaan di Kepri, maka barang-barang itu bebas masuk ke daerah Sumatera dan Jawa,” sebutnya. Masih kata dia, untuk melakukan patroli itu diperlu sinergitas yang baik dengan TNI AL, Bea Cukai, Polisi dan KSOP. Tidak cukup dilakukan oleh pihaknya saja.

”Ke depan harus melaksanakan penguatan sinergi jadi harus bersinergi bersama-sama. Kalau ini semua kewenangan semua instansi disini,” ujarnya.

Kamis (13/9), Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang musnahkan barang tegahan hewan sebanyak 104,18 kilogram, dan tumbuhan 45 kg. Barang tersebut diamankan di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang dan Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang.

Barang-barang yang dimusnahkan, barang tersebut dilarang masuk ke Tanjungpinang dan Indonesia khususnya, karena melanggar aturan yang berlaku. Salah satunya, benih padi, yang diamankan dari luar negeri. Benih padi tersebut tidak boleh beredar di Indonesia, karena dari negara asalnya sudah terjangkit virus, sangat berbahaya. (RAYMON-ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here