Karena Aturan, Dana Desa Telat Cair

0
587
Suryanto

NATUNA – PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Natuna akan mencairkan Dana Desa (DD) pada minggu pertama bulan ini. Keterlambatan pencairan DD, dikarenakan adanya aturan yang menentukan tentang jadwal pencairan.

Kabid Anggaran BPKPAD Kabupaten Natuna Suryanto menjelaskan, mekanisme penyaluran untuk tahun 2017 mempedomani Peraturan Menteri Keuangan No 50/PMK.07/2017 tentang Pelaksanaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa.

Sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 112/PMK.07/2017 tentang Pelaksanan Transfer ke Daerah dan Dana Desa diatur dalam Pasal 99 ayat (1).

Aturan ini menyatakan, bahwa penyaluran tahap II setelah desa menyampaikan laporan realisasi penyaluran Dana Desa tahap I dan laporan konsolidasi untuk realisasi penyerapan dan capaian atau output Dana Desa Tahap I.

Laporan penyaluran itu, harus 90% dari DD yang diterima di RKUD telah disalurkan ke RKD. Sebagaimana ketentuan pada ayat 4, untuk laporan konsolidasi menunjukkan rata-rata penyerapan 75% dari dana yang diterima di RKUD. Untuk rata-rata capaian output, paling kurang sebesar 50%.

Di samping itu, pelaporan DD sekarang melalui aplikasi Online Monitoring System (Ompsan) tentu harus dilakukan verifikasi sehingga memerlukan waktu. Hal ini juga dilakukan oleh BPKPAD, seperti melakukan mapping kegiatan di APBDesa yang bersumberkan DD dari 467 kegiatan menjadi 378 kegiatan

Pencairan Dana Desa akan disalurkan ke RKUD minggu pertama Oktober ke RKUD. Mungkin banyak Desa bertanya kenapa Dana Desa Tahap kedua terlambat penyaluran. ”Pada kesempatan ini perlu kami sampaikan bahwa penyaluran Dana Desa Tahun Anggaran 2017 berbeda dengan tahun sebelumnya, karena ada perubahan dalam proses penyaluran dan pelaporan. Dan Penyaluran dari RKUD ke RKD dilakukan paling lama 7 (tujuh) hari kerja setelah Dana Desa di terima di RKUD,” kata Yanto di kantornya, kemarin.

Ia menyampaikan, penyerapan DD Kabupaten Natuna tahap pertama sudah mencapai 89,44% dari yang disalurkan tahap I yaitu sebesar Rp 34.269.356.000,-.

”Capaian output kita di Natuna rata-rata bagus pada tahap pertama. Angkanya rata-ratanya mencapai 67,96 persen,” sebut Suryanto.

Dengan ini, Ia mengaku tidak ada maksud dari pemerintah untuk melakukan penundaan pencairan dana tersebut. ”Keterlambataan itu kita akui. Tetapi kita harap maklum kepada desa, karena aturannya memang seperti itu,” pungkasnya.(HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here