Karimun Juara 1 Parade Tari Daerah

0
1030
INDAH : Salah satu penari menampilkan gerakan yang indah di Parade Tari Daerah tingkat Provinsi yang digelar di Kijang, Sabtu (22/7) malam. f-suhardi/tanjungpinang pos

KIJANG – Sekitar 12 peserta menunjukkan kebolehannya dalam Parade Tari Daerah tingkat Provinsi di Kijang, Sabtu (22/7) malam. Parade tari ini diikuti berbagai sanggar dari enam kabupaten/kota di Kepri yakni Batam, Tanjungpinang, Karimun, Natuna, Lingga dan Bintan. Kabupaten Anambas tidak mengirim perwakilannya. Dalam parade yang digelar satu malam itu, perwakilan dari Karimun Juara I, Natuna Juara II dan Bintan Juara II.

Namun, dalam kegiatan ini tidak hadir Gubernur Kepri H Nurdin Basirun dan Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah karena mereka sedang ada pekerjaan di luar kota. Gubernur sendiri menghadiri banyak kegiatan seperti mengikuti agenda PGRI bersama Presiden RI Joko Widodo termasuk membuka acara Kemilau Kepri di Mal Taman Anggrek, Jakarta, Jumat (21/7) petang. Sedangkan Arif Fadillah harus hadir karena menerima penghargaan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Ibu Yohana Yembise di Swiss Bel Hotel, Pekanbaru, Sabtu (22/7) malam. Penghargaan ini untuk Kepri yang dinilai sebagai provinsi pengembangan kota layak anak.

Acara Parade Tari Daerah itu pun dibuka Kepala Dinas Kebudayaan Kepri, Yatim Mustafa. Ada 12 sanggar yang berlaga di lapangan Antam Kijang malam itu, Rampai Mahkota – Batam, Kledang – Tanjungpinang. Wan Sendari – Batam, Resam – Anambas, Bintan Telani – Tanjungpinang, Dina Mahkota – Natuna, Langgam Selatan – Lingga, Stupa – Bintan, Angsana Dance – Karimun, Sang Nila Utama – Bintan, Megat Syah Alam – Lingga, Seni Canggai Putri – Karimun.

Ketidakhadiran Gubernur dalam acara itu dinilai kurang pedulinya ia dengan perkembangan budaya Melayu di Kepri saat ini. Ungkapan tersebut disampaikan langsung oleh Hendriyanto selaku pemerhati seni budaya di Kepri. Hendri mengakui bahwa sudah seharusnya menyikapi ketidakhadiran Gubernur dalam pembukaan. ”Coba kita tanya, apa yang sudah dibuat Gubernur dalam membangun kebudayaan Melayu di Kepri ini? Boleh dikatakan tidak ada,” tegasnya yang pernah menjadi Sekretaris Umum Dewan Kesenian Provinsi Kepri ini. Hendri melanjutkan, bahwa untuk membangun kesenian dan kebudayaan Melayu ini tidak bisa lepas dukungan dari seniman. Disinilah peran Dewan Kesenian Kepulauan Riau (DKKR), sebagai lembaga yang menaungi para seniman di Kepri ini. (cr33)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here