Karimun Tujuan Daging Selundupan

0
91
KEPALA KSP Kelas II TB Karimun Priyadi dan instansi pemerintah lainnya menyaksikan pemusnahan daging dan tumbuhan, Rabu (24/10) kemarin. F-ALRION/TANJUNGPINANG POS

Letak Kabupaten Karimun yang berdekatan langsung dengan Singapura dan Malaysia, dan diduga kuat dimanfaatkan bagi pemasok daging sapi ilegal sebagai pasar peredaran daging.

KARIMUN – ”Kami harap kerja sama dari teman-teman media, memberikan edukasi tentang tata cara mengurus dokumen pemasukan daging ke Karimun. Terutama, antar negara atau impor yang harus memiliki perizinan yang lengkap sesuai dengan amanat undang-undang,” kata Kepala Karantina Stasiun Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun, Priyadi. Rabu (24) kemarin.

Hal itu ia ungkapkannya, saat pemusnahan daging dan tumbuhan tegahan Karantina Stasiun Pertanian Kelas II TB Karimun.

Sejak Mei lalu, Karimun sangat strategis dimasuki daging ilegal asal luar Negeri.

Beberapa waktu lalu, lanjut Priyadi, mereka telah menertibkan pelabuhan di Kolong, Sungai Lakam, Karimun.

”Pemasok mengaku tidak mengetahui tata cara memasukkan daging sesuai dengan aturan, setelah dibenahi barulah pemasok mengerti dan mematuhi imbauan dari Karantina,” terang Priyadi.

Harga daging yang cukup tinggi di Karimun untuk per Kilogramnya, menjadi salah satu faktor pemasok mencoba membawa daging.

Baik antar area atau antar Provinsi di Indonesia, daging masuk harus diawasi karena menyangkut kesehatan atau kelayakan daging untuk dikosumsi.

”Daging yang masuk dengan dokumen telah terjamin kelayakan kosumsinya. Selain meminta dukungan dari media, ia berharap sinergi antar Instasi pemerintah, dari Bea dan Cukai, Angkatan Laut, Angkatan Darat, Kepolisian dan lainnya,” sebutnya.

Ia mengaku, sedang menjajaki permintaan lahan dengan Pemerintah Kabupaten Karimun. Untuk tempat pembangunan kantor Karantina.

Tahun 2017 lalu, masyarakat Karimun mewaspadai peredaran daging alana di sejumlah pasar di Karimun.

Warga sekaligus pemerhati kinerja aparatur pemerintah Jailani mengingkatkan saat itu, pemerintah untuk mewaspadai peredaran daging alana dipasaran.

Hal itu dampak dari tingginya permintaan kebutuhan daging, saat memasuki bulan Ramadan.

Dikahuti, daging alana merupakan daging sapi kemasan impor asal India.

Pasalnya, masyarakat mengkhawatirkan daging yang diduga mengandung bakteri penyebab penyakit mulut dan kuku ini masuk ke Ke Karimun.

Jailani menyebutkan, tingginya permintaan daging dapat dijadikan celah untuk memasukkan daging alana dan mengedarkan di Karimun.(ALRION)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here