Kartu Nelayan Belum Terealisasi Maksimal

0
825
BAGIKAN: Syarifah Alvyzana (kanan), saat membagikan gerobak untuk berdagang kepada masyarakat, belum lama ini. F-ISTIMEWA

DOMPAK – Sosialisasi program Kartu Nelayan di Lingga dan Bintan sejauh ini masih belum terealisasi secara maksimal dari pemerintah. Bahkan banyak nelayan belum mendapatkan Kartu Nelayan. Mestinya yang berkerja nelayan seharusnya menerima Kartu Nelayan dari pemerintah daerah. Belum mengantongi Kartu Nelayan membuat Pemprov Kepri sedikit kesulitan untuk menyalurkan bantuan pompong dan alat tangkap nelayan.

Hal ini diungkapkan Syarifah Alvyzana, anggota Komisi IV dan anggota Fraksi DPRD Provinsi Kepri, kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.

”Contohnya di Lingga, banyak warga memang sehari-harinya bekerja sebagai nelayan tapi di KTP-nya masih pekerjaan swasta dan belum memiliki Kartu Nelayan, ini menjadi persoalan yang harus dibenahi pemerintah,” kata Syarifah Alvyzana, kemarin.

Baca Juga :  Maret, Pemko Janji Operasikan SWRO

Politisi Partai Demokrat ini mencontohkan bagi nelayan sudah memegang Kartu Nelayan, saat diberikan bantuan pompong dan alat tangkap dari pemerintah, nelayan lainnya yang belum memiliki Kartu Nelayan, merasa iri kenapa mereka tidak dapat bantuan.

Di sisi lainnya, Kartu Nelayan juga salah satu syarat agar pemerintah Kepri bisa menyalurkan bantuan pompong dan alat tangkap ikan dengan tepat sasaran.

”Dalam waktu dekat ini dari usulan kami, Pemprov Kepri melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Kepri akan menyalurkan enam pompong (2 GT) bersama dengan alat tangkapnya untuk kelompok nelayan di Lingga,” bebernya.

Baca Juga :  8.025 Data Warga Terancam Diblokir

Ia membeberkan, hasil reses dia di dapil Lingga-Bintan, umumnya masyarakat Lingga dan Bintan mengajukan permohonan bantuan pompong dan alat tangkap ikan. Ada juga mengusulkan bantuan keramba apung untuk ikan.

Permintaan keramba Apung ini masih dalam peninjauan pemerintah karena biayanya besar. ”Dan para ibu-ibu nelayan juga minta agar pemerintah memberikan pelatihan, terutama pelatihan bagaimana caranya, ikan, udang dari hasil tangkapan suaminya bisa dioleh misalnya jadi kerupuk supaya pendapatan keluarganya lebih baik. Permintaan pelatihan tersebut sudah saya sampaikan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan,” bebernya.

Baca Juga :  Dua Nama Paslon Mencuat

Ia juga membeberkan telah membantu masyarayat untuk melakukan semenisasi di daerah Kijang. Ada juga bantuan gerobak untuk pedagang di Bintan.

”Karena di daerah kita daerah kepulauan, kita harapkan pemerintah memperbanyak anggaran untuk pengadaan alat tangkap ikan dan pompong. Sebenarnya itu harapan masyarakat kita,” bebernya.

Ia juga melihat masih banyak anak-anak nelayan, terutama nelayan yang tinggal di pulau-pulau, banyak belum melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA. (bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here