Kasad Tutup TMMD ke-103 di Perbatasan Muara Wis

0
253
Jenderal TNI Mulyono disela-sela penutupan TMMD, Selasa (13/11).

TENGGARONG: Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 tahun 2018 yang dilakukan serentak di seluruh indonesia akhirnya selesai dan ditutup oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono Selasa (13/11/2018).
Penutupan agenda TNI AD mengabdi ke amsyarakat ini dilakukan Jenderal TNI Mulyono saat upacara penutupan yang berlangsung di wilayah perbatasan Muara Wis, Kabupaten Kabupaten Tenggarong, Provinsi Kalimantan Timur. Acara di tengah lapangan terbuka ini melibatkan masyarakat setempat.

Sebelum upacara, Kasad bersama Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto saat mendarat di Muara Wis menggunakan helikopter dan disambut adat setempat. Kedatangan Kasad diiringi musik adat Dayak Muara Wis juga disambut anak-anak sekolah dasar sambil mengibarkan bendera merah putih berukuran mini.

Ketiatan fisik TMMD ini, menurut Jenderal TNI Mulyono melibatkan para prajurit TNI, anggota Kepolisian, aparat pemuda serta komponen masyarakat. Ada 50 desa sasaran di 50 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. “Di setiap kegiatan TMMD, kita saksikan semangat kebersamaan serta gotong-royong yang terpancar di setiap wajah peserta, sekaligus cucuran keringat masyarakat dan aparat yang bersama-sama bekerja di lapangan,” sebutnya.  Jenderal TNI Mulyono merefleksikan kekuatan yang sangat besar dari segenap komponen Bangsa, untuk mewujudkan visi, misi dan tujuan bersama yaitu turut mengatasi berbagai persoalan pembangunan dan masalah kesejahteraan masyarakat.

Menurut Kasad, semangat kebersamaan seperti inilah merupakan hakikat dari Kemanunggalan TNI dengan Rakyat, yang merupakan roh perjuangan bangsa Indonesia dan selaras dengan visi Pemerintah Pusat melalui kebijakan Membangun Indonesia dari Pinggiran, khususnya dalam hal pembangunan di daerah-daerah yang sulit tersentuh guna mendukung pemerataan pembangunan dan kesejahteraan nasional.

“Selain itu, terdapat nilai-nilai yang ingin digelorakan yaitu semangat gotong-royong serta memantapkan apa yang saya sebut sebagai Imunitas Bangsa, yang saat ini sudah dirasakan mulai luntur,” kata Kasad seperti rilisnya yang diterima Tanjungpinang Pos.

Menurutnya, Konsep Imunitas Bangsa pada dasarnya merupakan wujud kepedulian dan keprihatinan TNI AD dalam memandang persoalan sosial, yang berakar dari perubahan sikap hidup dan pudarnya nilai-nilai luhur budaya Bangsa, seperti semangat untuk bersatu, menghormati perbedaan, pantang menyerah dan rela berkorban. Konsep ini, sambungnya, merupakan salah satu jawaban atas kondisi bangsa yang semakin rentan akan pengaruh buruk modernisasi dan globalisasi, sehingga lebih mementingkan pembangunan fisik dan melupakan bahwa pembangunan nilai-nilai luhur bangsa yang juga sama pentingnya, bahkan merupakan kunci kemajuan budaya suatu bangsa di tengah kompetisi global dewasa ini.

“Dari segi pembangunan fisik, Satgas TMMD beserta seluruh komponen masyarakat telah membangun infrastruktur pedesaan, berupa pembukaan 52 km lebih jalan baru, serta peningkatan badan jalan dengan panjang total 326 km.

Kasad juga menyampaikan bahwa selain itu juga dilaksanakan pembangunan dan rehabilitasi puluhan jembatan, rumah ibadah dan sekolah, serta perbaikan rumah tidak layak huni dan berbagai prasarana sanitasi untuk masyarakat,” sebutnya. (rls/jek)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here