Kasus Bauksit Ilegal Segera Disidangkan

0
944
Arif Syafrianto

TANJUNGPINANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang segera melimpahkan berkas perkara tambang bauksit ilegal. Dengan tersangka Wiendra alias Awe kepada Pengadilan Negeri Tanjungpinang untuk dilakukan persidangan.

Hal ini diungkapkan Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Tanjungpinang Arif Syafrianto.

Ia menyebutkan, berkas perkara bauksit ilegal sudah tahap dua, dalam waktu dekat ini Kejari akan limpahkan kepada Pengadilan Negeri Tanjungpinang. ”Seminggu lagi kita limpahkan berkas perkara ini,” katanya Rabu (7/3).

Arif mengatakan, untuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang akan menangani dan menyidangkan kasus ini yaitu Nurul Hidayat dan Dhani K Daulay. Setelah selesai maka kita limpahkan berkas ini. ”Ada dua jaksa yang menyidangkan perkara ini,” sebutnya.

Baca Juga :  Tak Ada Pesta Kembang Api di Tahun Baru

Sebelumnya, Polres Tanjungpinang menetapkan AW sebagai tersangka penambangan bauksit ilegal di Tajungmoco. Usai tersangka, Awe langsung dijemput di rumahnya di sekitar Simpang Perla, Kecamatan Bukit Bestari, Rabu (20/12) malam, lalu.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Dwihatmko Wiraseno mengatakan, penetapan tersangka penambangan bauksit ilegal di Tajungmoco beberapa waktu lalu sudah sesuai alat bukti.

Penetapan tersangka sudah sesuai dengan hasil gelar perkara dan adanya dua alat bukti ditemukan. Setelah melakukan pengamanan, saat ini tersangka masih dimintai keterangan dalam proses penyidikan Sat Reskrim Polres Tanjungpinang.

Baca Juga :  Pelanggaran Lalu Lintas Terpantau CCTV

”Sehingga kita amankan langsung seseorang yang berinisial AW sebagai pelaku usaha penambangan karena sesuai dengan hasil gelar perkara dan alat bukti,” tegasnya.

Kini tersangka sudah lama mendekam di sel penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya. Sesuai perbuatanya, tersangka akan dijerat dengan Pasal 158 dan Pasal 161 Undang-Undang nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. (ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here