Kasus HIV/AIDS Masih Tinggi

0
42

TANJUNGPINANG – 1 Desember lalu, diperingatan Hari AIDS Sedunia. Di Kota Tanjungpinang sendiri masih minim aksi memperingati hari AIDS sedunia tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB) Kota Tanjungpinang Rustam menuturkan telah berupaya semaksimal mungkin mencegah kasus baru dan kematian di kalangan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).

Sesuai catatan yang dimiliki, ada sekitar 117 orang positif HIV baru selama tahun 2018, serta 63 diantaranya pada stadium AIDS.

Ia menuturkan, total kasus HIV sejak tahun 2009 sebanyak 1.071, 534 orang yang diantaranya ditemukan pada stadium AIDS.

”Banyak juga kasus HIV yang ditemukan pada stadium AIDS membuat upaya untuk menekan angka kematian pada ODHA menjadi tidak mudah,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Senin (3/12) siang.

Dituturkannya, tercatat ada 352 ODH telah meninggal sejak tahun 2009, 26 diantaranya meninggal pada 2018 ini. Ia menuturkan, beberapa upaya telah dilakukan Dinkes untuk mencegah kasus baru HIV dan kematian di kalangan ODHA ini.

Diantara dengan menggiatkan kampanye ”Aku Bangga Aku Tahu” yang pesertanya para pelajar.

Ia menilai, dengan tahu cara penularan HIV diharapkan para pelajar dapat melakukan pencegahan untuk diri mereka sendiri dan teman temannya.

Rustam menuturkan, kalangan usia muda memang cukup beresiko tertular HIV. Setidaknya 10 dari 117 pengidap HIV tahun 2018 dari kelompok usia 15-24 tahun. Sedangkan 102 orang dari kelompok usia 25-49 tahun dan tiga orang dari kelompok usia lebih 50 tahun. Selain itu, di bawah usia empat tahun terdeteksi dua anak yang positif HIV di 2018 ini.

”Biasanya merupakan penularan dari ibu ke anak,” ucapnya.

Ditambahkannya, mencegah penularan dari Ibu ke anak, Dinkes Kota Tanjungpinang terus menggiatkan skrining pada ibu hamil.

Dicontohkannya, 2018 melakukan diskrining kepada 3.230 ibu hamil dan ditemukan, sembilan orang positif HIV. Bagi yang positif langsung diberikan anti retroviral virus sehingga diharapkan anak yang dilahirkan nanti nya bisa bebas dari HIV. Ia mengaku prihatin dengan kasus HIV baru yang masih tinggi ini, Rustam mengajak semua pihak agar melakukan upaya pencegahan bersama-sama.

Diantaranya, pertama, bagi yang tidak pernah melakukan perilaku beresiko, tetap lah dengan perilaku hidup bersih dan sehat tersebut.

Ke dua, untuk mengetahui status kesehatan, ia mengajak bersama sama melakukan skrining HIV, karena hanya dengan titulah mengetahui status negatif atau positif HIV.

Selain itu, ke tiga, bagi yang positif tetaplah optimis, bahwa dapat hidup sehat dan produktif sepanjang melakukan terapi yang benar dan berkelanjutan sedini mungkin.

Ke empat, ia mengajak masyarakat tetap bersikap wajar terhadap ODHA. Jangan mendiskriminasi, tapi berilah dukungan.

Dipesankannya, berinteraksi dengan ODHA, jangan takut tertular karena virus HIV tidak menular melalui sentuhan, keringat maupun berbagi makanan.

”HIV hanya menular melalui cairan kelamin dan darah,” paparnya.

Peringatan hari AIDS Sedunia 2018, Dinkes bersama KPA mengagendakan sejumlah kegiatan antara lain. Aksi simpatik pembagian media KIE dan edukasi di Laman Bunda yang dilaksanakan, Minggu (2/12).

Serta acara puncak berupa senam bersama, penyuluhan, survei pengetahuan komprehensif bagi mahasiswa dan layanan konseling/testing HIV di Stisipol Raja Ali Haji, hari ini, Selasa (4/12) pagi. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here