Kawal Hasil Reses di Musrenbang

0
215
Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang Ade Angga dan Simon Awantoko saat Musrenbang.

TANJUNGPINANG – Musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat Kota Tanjungpinang sudah selesai pekan lalu. Semua komisi di DPRD Kota Tanjungpinang hadir dalam pembahasan itu.

Ketua Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu mengatakan, masing-masing anggota dewan turut membahas pokok-pokok persoalan sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Ada tiga kelompok yang dibentuk saat itu, dan masing-masing anggota komisi di DPRD Tanjungpinang hadir sesuai bidangnya. Misalnya, Komisi I membahas tentang pendidikan, hukum dan pemerintahan.

Di Musrenbang kali itu, dibahas berbagai persoalan masyarakat baik itu yang diterima wali kota dan wakil wali kota saat menjabat termasuk usulan masyarakat yang disampaikan kepada dewan saat Reses.

Pembangunan yang diminta dewan sesuai permintaan masyarakat dirangkum dalam pokok-pokok pikiran dewan yang disampaikan Ketua DPRD Kota Tanjungpinang Suparno.

Pokok-pokok pikiran dewan ini telah dimasukkan Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Pemko Tanjungpinang. Sekarang ini, perencanaan pembangunan sudah online (e-planning) dan terkoneksi antara perencanaan dengan anggaran.

Saat pembahasan per kelompok di musrencang, pembahasan satu pokok persoalan tidak bisa hanya dengan satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saja. Misalnya, membahas persoalan pendidikan tidak hanya dengan Dinas Pendidikan. Namun harus dibahas juga dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk pembangunan fisiknya.

”Saat pembahasan itu, kita selalu ikut. Kita sinkronkan antara hasil reses dengan rencana pembangunan tahun depan supaya tergiring dalam perencanaan pembangunan itu,” jelas Maskur Tilawahyu.

Biasanya, kata dia, banyak usulan yang tidak masuk. Yang penting, mereka masukkannya dulu. Soal apakah semua bisa diakomodir tentu melihat kemampuan anggaran daerah.

Karena masih dibahas lagi nanti dalam Rencana Kegiatan Program Daerah (RKPD) yang dibahas Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Mereka yang akan menyesuaikan kegiatan mana yang masuk skala prioritas dan penyesuaian dengan rencana kerja (renja) masing-masing OPD.

Di musrenbang tingkat kota ini, banyak usulan-usulan kegiatan yang disampaikan yang telah dirangkum saat musrencang tingkat kelurahan, tingkat kecamatan lalu tingkat kota.

Setelah Musrenbang ini, akan dilakukan juga Musrenbang tingkat provinsi. Tujuh kabupaten/kota di Kepri akan mengusulkan kegiatan besar dan masuk skala prioritas untuk dibahas bersama. ”Prosesnya masih panjang lagi. dari musrenbang provinsi masih dan lagi musrenbang nasional. Mudah-mudahan, permintaan masyarakat banyak yang terakomodir,” harapnya.

Saat pembahasan itu, kata Maskur, pihaknya tetap berpesan kepada Pemko Tanjungpinang akan penyelesaian kebutuhan infrastruktur pendidikan di Tanjungpinang Timur masuk skala prioritas.

Sehingga kebutuhan sekolah di daerah ini bisa diatasi perlahan-lahan. Dengan demikian, tidak menyulitkan masyarakat untuk mendapatkan sekolah bagi anak-anaknya. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here