Kawasan Pantai Jadi Kolam dan Sarana Olahraga

0
312
Puluhan turis mancanegara berdiri di atas Jembatan Tanjungsiambang saat menyaksikan lomba perahu Jong tahun lalu. f-suhardi/tanjungpinang pos

Pengembangan Teluk Keriting dan Tanjungsiambang

DOMPAK – Kawasan pantai yang ada di Tanjungpinang terus dibenahi untuk dijadikan destinasi wisata baru.  Gubernur H. Nurdin Basirun menegaskan penataan Teluk Keriting dan Tanjungsiambang selain untuk menambah objek pariwisata, juga menjadikan kawasan bibir pantai dengan banyak fungsi.

Pemprov tahun ini akan menata kawasan pantai Tanjungsiambang, Dompak. Pantai Tanjungsiambang akan disulap jadi kawasan wisata terpadu. Akan dibangun sarana dan prasana penunjang pariwisata termasuk pondok-pondok untuk para turis saat berkunjung ke Tanjungsiambang. Dinas PU Pemprov Kepri sudah memantau pantai.

Setelah pantai Telukkeriting dan Tanjungsiambang ditata nanti memberikan banyak fungsi untuk dimanfaatkan masyarakat setempat. ”Kawasan Telukkerinting jika pasang bisa dimanfaat kan anak-anak dan masyarakat untuk berenang. Jika surut bisa dijadikan lapangan sepakbola,” kata Nurdin, kemarin.

Menurut Nurdin, saat air pasang pun kawasan itu bisa digunakan untuk olah raga air. Tapi kajian-kajian untuk pemanfaatan kawasan tersebut harus matang. Kawasan yang di dam juga bisa dimanfaatkan anak-anak untuk berenang dalam kondisi yang aman karena dibatasi sehingga tidak lepas ke tengah laut.

”Kita ingin kawasan pemukiman di tepilaut ini bisa hidup kembali, dengan memperbaiki segala akses yang ada, selain untuk masyarakat juga dapat menambah daya tarik dari Kota Tanjungpinang,” ujar Nurdin.

Rencananya pemukiman dan lokasi laut di Teluk Keriting akan direvitalisasi. Pemukiman di Teluk Keriting akan dibuat menjadi lebih rapi tertata. ”Konsep Pembangunan Pemukiman Teluk Keriting sedang dalam proses, anggaran sudah disusun dan 2018 akan segera dimulai, sejauh ini untuk warga setempat tidak ada masalah, karena kita bukan mengambil semua lahan namun memperbaharui dan merapikannya.

Selain itu Gubernur juga memberi sejumlah ide antara lain penataan letak rumah-rumah dan jalan. Gubernur ingin jalan-jalan setapak menuju ke laut diperbaiki, mengecat ulang rumah warga dan sampan-sampannya, serta mengganti bahan bangunan dari kayu yang rata-rasa sudah mulai lapuk.

Saat pemaparan di Kementerian Agraria dan Tata Ruang di Jakarta pekan lalu, Nurdin juga memaparkan hal yang sama. Ide-ide ini sememang sepaham dengan usulam salah seorang konsultasm internasional tentang pengembangan Pulau Bintan. Bagi Nurdin, apapun yang dilakukan, yang paling utama harus mendapatkan manfaatnya adalah masyarakat setempat. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here