KB Vasektomi Kurang Peminat

0
244
Dari kanan, Medi Heriyanto, Misni, Isdianto dan para tamu undangan saat menuju ruang acara BKKBN Kepri. f-istimewa

TANJUNGPINANG – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepri terus mengsosialisasikan program

KB untuk pria atau lebih dikenal dengan istilah KB Vasektomi. Karena, ternyata masih kurang diminati oleh masyarakat Kepulauan Riau (Kepri). Hal ini dikatakan Kepala BKKBN Provinsi Kepri, Medi Heriyanto ditengah-tengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) BKKBN tahun 2019 untuk Program Kependudukan, perencanaan dan pembangunan Keluarga Berencana Provinsi Kepri di Hotel CK Tanjungpinang, Rabu (20/3) lalu.

Metode Operasi Pria (MOP) atau lebih familiar dengan sebutan vasektomi kurang begitu diminati di Kepri. Bahkan penggunaan vasektomi ini pun belum begitu populer di negara Indonesia ini, dibandingkan metode kontrasepsi lainnya.

Pengetahuan soal program Keluarga Berencana (KB) dinilai belum seimbang antara laki-laki dan perempuan. Para suami masih sedikit yang peduli dengan pentingnya penggunaan alat kontrasepsi.

Sementara, dalam mewujudkan program KB, penggunaan alat kontrasepsi penting untuk mengontrol jumlah dan jarak antara kelahiran anak, serta menekan angka kelahiran.

”Minat lelaki ikut program vasektomi sangat rendah. Belum ada 100 warga di Kepri yang sudah mengikuti program tersebut,” ujarnya. Sambung dia, berbeda dengan provinsi lainnya di Sumatera, justru program KB Vasektomi diminati terutama warga yang sudah punya keturunan dua dan tidak mau menambah keturunan lagi.

”Kita terus mendorong agar masyarakat mau mengikuti program KB vasektomi,” ujarnya.

Saat disinggung, laki-laki belum mau mengikuti program KB vasektomi, karena takut kejantannya hilang? Medi justru mengatakan, hasil dari orang sudah mengikuti program KB vasektomi, justru kejantannya meningkat.

”Orang yang sudah ber-KB vasektomi yang bisa menjelaskan kepada masyarakat, maanfaatnya,” ujarnya. Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam mengatakan, di Kota Tanjungpinang memang masih minim, masyarakat yang mengunakan vasektomi.

”Baru ada satu orang yang akan ber-KB Vasektomi bulan ini,” ujarnya.

Ditegaskan dia, vasektomi adalah cara KB bagi keluarga yang tidak mau memiliki keturunan lagi. Jenis banyak jenis kontrasepsi yang bisa digunakan untuk merencanakan kehamilan.

Dia menjelaskan, kontrasepsi suntikan membuat haid perempuan jadi tidak teratur. Jika normalnya dalam sebulan haid hanya terjadi sekali, karena kontrasepsi suntikan untuk segelintir perempuan, haid bisa terjadi hingga tiga kali dalam sebulan. Terang dia, itu karena kontrasepsi suntikan mengandung hormon.

Jika ingin menunda kehamilan, dia merekomendasikan masyarakat agar menggunakan kontrasepsi jenis intrauterine device (IUD), kondom, atau implan. “Sedangkan bila tidak mau punya anak lagi, gunakan jenis MOW (metode operasi wanita) dan MOP (metode operasi pria),” ujar dia.

Dia menjelaskan, IUD berbentuk spiral yang ditanam di dalam rahim. Sedangkan implan berbentuk susuk yang ditanam di bawah kulit lengan. Kemudian, kontrasepsi MOW atau tubektomi adalah tindakan memotong dan mengikat saluran telur agar sel telur tidak dapat dibuahi sperma. Sementara itu, MOP atau vasektomi, yaitu pengikatan dan pemotongan saluran benih agar sperma tidak keluar dari buah zakar.

”Kita harapkan yang sudah memiliki dua anak, baiknya mengikuti program KB,” ajaknya. (bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here