KDN Bahas Kerukunan Beragama

0
396
Dialog: KDN gelar diskusi tentang kerukunan beragama, di Gedung LAM Bintan. F-ist

KIJANG – Kelompok Diskusi Nusantara (KDN) membahas tentang kerukunan beragama di Bintan, pada diskusi panel di Gedung LAM Bintan, di Kijang, Rabu (22/3) lalu.

Kegiatan digelar bekerja sama dengan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Ar-Ruhul Jadid, dan Himpunan Mahasiswa Sosiologi (HimsoS) Stisipol Raja Haji Tanjungpinang.

Dialog kerukunan beragama itu mendiskusikan solusi menjaga dan meningkatkan toleransi sebagai upaya menciptakan kerukunan umat beragama di Kabupaten Bintan.

Kegiatan itu dihadiri jajaran Polres Bintan, Danramil Bintan Timur, KUA Kecamatan Bintan Timur, Ormas, organisasi keagamaan, LAM, FKMT Bintan, Baznas Bintan, perwakilan lembaga pemerintah, tokoh pemuda, tokoh agama, pemuda lintas agama, serta mahasiswa.

Saat dialog, Safrial Sekretaris FKUB Bintan menjelaskan, FKUB merupakan wadah yang dibentuk masyarakat dan difasilitasi pemerintah bersama Kemenag.

FKUB sering berhubungan dengan kerukunan umat beragama, karena merupakan ujung tombak dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai toleransi untuk menciptakan kerukunan umat beragama.

”Sampai sekarang, kerukunan antarumat beragama di Bintan, tetap berjalan baik,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia memaparkan tentang pendirian rumah ibadat, yang wajib memenuhi persyaratan administratif dan persyaratan teknis bangunan gedung.

Selain itu juga harus memenuhi persyaratan khusus seperti daftar nama dan Kartu Tanda Penduduk pengguna rumah ibadat, paling sedikit 90 orang, yang disahkan pejabat setempat sesuai dengan tingkat batas wilayah.

Harus ada dukungan masyarakat setempat paling sedikit 60 orang, serta rekomendasi.

”Hal-hal yang mengancam kerukunan beragama seperti individualisme dan egoisme sektoral, serta aspek lainnya perlu dihindari. Agar kerukunan beragama tetap terjalin,” sarannya.

Selain itu hadir narasumber Syafrizal, Kasubbag TU Kantor Kemenag Bintan, yang memaparkan visi Kementerian Agama dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang taat beragama, rukun, cerdas, dan sejahtera lahir batin.

”Kegiatan ini kami laksanakan untuk meningkatkan kerukunan umat beragama di Bintan,” kata Suherry, pimpinan Kelompok Diskusi Nusantara (KDN). (fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here