KDRT Masih Tinggi

0
448
Ahmad Yani

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang terjadi di Ibu Kota Provinsi Kepri Tanjungpinang, masih tergolong tinggi. Namun setahun tahun terakhir ini ada tren menurun.

TANJUNGPINANG – Sepanjang tahun 2017, ada 53 jiwa yang mengalami KDRT. Ini mengalami penurunan sedikit dibandingkan tahun sebelumnya, 61 jiwa.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3A dan PM) Kota Tanjungpinang, H Ahmad Yanim, KDRT terjadi pada umumnya karena faktor ekonomi keluarga, ada juga karena kehadiran pihak ketiga dalam keluarganya.

”Ada penurunan sedikit, tapi angkat ini masih tergolong tinggi,” kata Ahmad Yani, kemarin.

Sambung dia, KDRT pernah terjadi, ada yang telah diselesaikan secara kekeluargaan, namun ada juga lanjut ke ranah hukum.

”Saya lupa berapa yang sudah diselesaikan di jalur hukum. Datanya ada di kantor,” ucap Ahmad Yani.

Ia membeberkan umumnya, KDRT yang terjadi di Tanjungpinang karena prilaku ekonomi di dalam ruamh tangganya.

Jadi, ia berpesan kepada kaum perempuan untuk tetap bangkit. Bangkit yang dimaksud, perempuan siap membantu dan meringankan beban suaminya di rumah tangga tersebut, terutama mencari nafkah yang halal. Misalnya, perempuan tersebut bisa memanfaatkan lahan di sekitar rumah. Seperti bercocok tanam. Bisa tanam sayuran, cabai dan sebagainya.

”Atau belajar kerajinan tangan di workshop kami. Tapi, bahan kerajinan hingga makanan harus bawa sendiri dari rumah. Begitu juga dengan transportasi ditanggung sendiri. Kita hanya menyediakan tenaga pengajar saja. Ini tidak dikenakan biaya alias gratis,” ucap dia.

Sambung dia, kasus terhadap perempuan berbeda dengan kasus terhadap anak yang tidak mengalami penurunan alias masih. Tahun 2016- dan 2017 ada 75 anak yang mengalami kekerasan. ”60 persen pelecahan seksual terhadap anak,” terang dia.

Kata dia, kasus kekerasan terhadap anak tidak cukup peran dari orang tua saja. Tetapi, perlu juga peran semua instansi terkait. ”Kita minta masyarakat untuk tidak segan melapor ke kami, apabila terdapat kekerasan di rumah tangga dan pada anak,” tegasnya.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here