Ke Depan, Seleksi Beasiswa Sistem Online

0
923

DOMPAK – Proses seleksi penerimaan bantuan beasiswa di Pemprov Kepri menuai beragam masalah karena dianggap tidak transparan dan banyak titipan.

Sehingga tak heran jika mahasiswa sampai tiga kali unjuk rasa soal beasiswa ini. Ketika mahasiswa demo Senin lalu, Mardiana, Kabid Pendidikan Khusus Sekolah Luar Biasa Disdik Kepri yang berada di tempat meninggal dunia.

Salah satu yang tidak henti-hentinya disoroti mahasiswa adalah, Disdik Kepri harus menerima nama-nama penerima beasiswa itu karena banyak desakan pejabat Pemprov hingga DPRD. Itu juga yang membuat puluhan nama ganda yang turut serta menerima bantuan.

Baca Juga :  Presiden Minta RUU Kepulauan Dibahas

Sekdaprov Kepri H TS Arif Fadillah mengatakan, terkait semua pernyataan mahasiswa saat demo, dirinya sudah memanggil dan meminta penjelasan kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Arifin Nasir dan beberapa tim panitia seleksi beasiswa.

Menurutnya, apa yang dilaporkan Disdik tersebut sudah sesuai aturan dan terstruktur. Tak ada kejanggalan yang dia rasakan.

Ke depan, kalau pun bantuan beasiswa ini terus diselenggarakan, Arif mengaku sistem yang digunakan tidak seperti yang dilakukan saat ini. Sistemnya akan diubah dari sistem manual ke sistem online. Artinya bisa dengan menggunakan aplikasi.

Baca Juga :  DK Bakal Urus KEK

”Mungkin solusinya, ke depan harus sudah menggunakan sistem aplikasi online. Supaya lebih aman dan transparan,” ujarnya usai menggelar upacara Hari Bela Negara di halaman Kantor Gubernur Kepri di Dompak, Selasa (19/12) kemarin.

Pada hakikatnya, Pemprov Kepri tetap memprioritaskan anggaran untuk bantuan pendidikan beasiswa tersebut. Bahkan katanya, Pemprov melalui Disdik akan menambah kuota penerima beasiswa. Namun, Pemprov Kepri terkendala dengan minimnya anggaran.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Yuniarni Pustoko Weni menyarankan agar kisruh penerimaan beasiswa tidak berlanjut. Disdik Kepri disarankan untuk mengubah pola sistem penerimaan beasiswa tersebut.

Baca Juga :  Yatir Cakap Penyaluran BBM Bukan untuk Pengusaha

”Ini harus segera didudukkan bersama Disdik, Komisi IV, dan seluruh rektor. Sebaiknya sistem pemberian beasiswa ini direvisi kembali,” sarannya.

Sebaiknya, kata dia, pemberian beasiswa itu hanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang berprestasi. Sedangkan untuk mahasiswa yang tidak mampu diberikan dalam bentuk bantuan. (ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here