Kebijakan Daerah Bikin Investasi Tumbuh

0
408
Gusti Raisal

Batam – Investasi di Kepri diakui tumbuh 3,11 persen (yoy) atau menguat dibanding triwulan sebelumnya 0,11 persen (yoy).

Dengan masuknya sejumlah investasi baru asing maupun dalam negeri pada periode akhir tahun, juga didukung oleh sejumlah kebijakan kemudahan investasi yang diluncurkan daerah.

Meski demikian, perekonomian Kepri diperkirakan akan melambat pada triwulan I tahun 2017, pada kisaran 4,9-5,3 persen (yoy).

Permintaan sektor industri masih terbatas, bahkan realisasi usaha triwulan I masih menurun dan daya beli masyarakat juga diperkirakan belum membaik. Walau melambat, namun masih bisa tertahan karena pertumbuhan investasi akhir tahun 2016.

Demikian disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Kepri, Gusti Raisal Eka Putra, Senin (20/2) di Batam. Disampaikannya, survei konsumen pada Januari 2017 menunjukkan penurunan tingkat keyakinan konsumen.

Hal itu dipengaruhi oleh keterbatasan lapangan kerja, penurunan penghasilan dan berkurangnya konsumsi barang tahan lama.

”Sementara realisasi belanja pemerintah cenderung masih rendah pada triwulan pertama. Keseluruhan 2017, perekonomian Kepri diperkirakan pada kisaran 5,1- 5,5 persen (yoy),” katanya.

Diperkirakan, laju inflasi pada triwulan I 2017 diperkirakan meningkat didorong oleh kenaikan harga sejumlah komoditas inti dan administered price.

Kenaikan harga komoditas inti pada awal tahun merupakan pola musiman. Di sisi lain, inflasi bahan makanan diperkirakan menurun pada triwulan I sesuai pola tahunannya, ditopang oleh panen sejumlah komoditas, baik cabai, beras, sayuran.

”Kebijakan reformasi subsidi energi oleh pemerintah mendorong dilakukannya penyesuaian tarif listrik, harga bensin, dan LPG 3 KG,” sambungnya.

Diungkapkannya, Januari 2017, Kepri mencatatkan inflasi 0,71 persen (mtm) atau 3,69 persen (yoy).(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here