Kebijakan Kemendikbud Tidak Cocok di Kepri

0
967
TINJAU: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun meninjau pelaksanaan UNBK di SMAN 1 Batam, Senin (10/4).F-istimewa/humas pemprov kepri

Terkait Penerapan Full Day School

Rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menerapkan full day school atau sekolah lima hari tahun ajaran baru 2017/2018 Juli nanti dinilai tidak cocok di semua daerah di Indonesia.

TANJUNGPINANG – Letak geografis suatu daerah menjadi kendala menerapkan sekolah 5 hari tersebut. Harus dibedakan antara perkotaan dan daerah kepulauan seperti Kepri.

Ketua Stisipol Tanjungpinang Endri Sanopaka mengatakan, sekolah lima hari yang dibuat pemerintah pusat untuk diterapkan masing-masing daerah seluruh Indonesia termasuk Provinsi Kepri, tidak akan efektif. Mengingat Kepri saat ini adalah daerah kepulauan. Berbeda jika wilayahnya terletak di pusat perkotaan.

”Kita Kepri ini kan daerah kepulauan. Tentu agak berbeda dengan masyarakat di perkotaan yang mungkin penerapan jam dari pagi sampai sore tidak masalah. Tapi kalau kita yang di pulau-pulau, kalau pulangnya jam 4 jam 5, sudah kesorean,” ucap Endri.

Tidak hanya itu, ia pun berpikir kalau pun nanti tetap dilakukan juga di Kepri, hal ini akan membuat interaksi antara anak dan orangtua akan lebih sedikit dibandingkan pertemuannya sebelum diberlakukannya full day school ini. Di daerah kepulauan, sebagian siswa pulang naik kapal atau sampan. Beda dengan di kota, di depan sekolahnya sudah ada bus atau angkot menanti. Termasuk jemputan orangtuanya.

Baca Juga :  Ada yang Jual Belikan Telur Penyu Diam-diam

”Bagi kami, bagaimana dengan pembentukan karakter anak perlu diantisipasi agar tidak terpengaruh hal negatif lainnya. Peran orangtua itu lebih ditekankan,” sarannya. Hal lain yang membuat sekolah lima hari tak cocok di Kepri adalah masih banyaknya sekolah yang butuh ruang belajar. Sehingga, sebagian siswa harus masuk pagi dan masuk siang.

Terlebih di Batam, banyak siswa yang masuk dua shift dikarenakan keterbatasan ruang belajar.  Pemberlakukan sekolah lima hari ini makin sulit di Kepri karena adanya Permendikbud yang baru tentang pembatasan jumlah siswa dalam satu kelas.

Selama ini, satu kelas itu bisa menumpuk hingga 35-45 orang. Sementara dalam aturan baru itu siswa dibatasi hingga 32-36 orang saja. Aturan baru ini membuat penerapan full day school di Kepri makin sulit.

Baca Juga :  Pemprov Siapkan Fasilitas di Teluk Keriting

Anggota Komisi IV DPRD Kepri Hanafi Ekra mengaku tidak mau ambil pusing dengan kebijakan baru yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, terkait mulai Juli mendatang sekolah belajar hanya 5 hari.

”Kalau menurut kami, kita ikutin saja dulu. Uji coba saja dulu, kalau positif responnya, kita lanjutkan,” ujar politikus PKS dapil Lingga dan Bintan tersebut kepada Tanjungpinang Pos, kemarin. Menurut Hanafi, program tersebut biasanya sering diterapkan bagi sekolah yang menggunakan program full day. Kalau sudah demikian, artinya ke depan pemerintah secara pelan-pelan akan melakukan perombakan menuju full day tersebut.

”Kita lihat di Kepri seperti apa, kalau terdapat masalah, tentu pasti akan kita evaluasi,” tutupnya. Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sumarna Surapranata, sebelumnya mengatakan, kebijakan lima hari sekolah dalam sepekan akan mulai diterapkan Juli 2017.

Baca Juga :  Siswa SMPN 12 Ikuti Pelatihan Wawasan Kebangsaan

”Kami rencanakan tahun ajaran baru 2017/2018 mulai berlaku atau mulai Juli 2017,” kata Sumarna. Menurut dia, pemerintah sedang menggodok regulasi terkait kebijakan ini. Sementara terkait regulasi yang mengatur waktu kerja guru dan kepala sekolah, dia menyebutkan, sudah tertuang dalam PP No.19 Tahun 2005.

Dalam aturan tersebut, dia menuturkan, waktu kerja guru dan kepala sekolah mencapai 40 jam per pekan dengan waktu istirahat sekitar 30 menit per hari atau waktu kerja aktif 37,5 jam per pekan. ”Jadi waktu kerja lima hari dari Senin sampai Jumat, sementara Sabtu dan Minggu untuk keluarga, termasuk untuk keluarga guru,” kata Sumarna.(SUHARDI-MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here