Kebijakan Pusat Harus Direformasi

0
775

Jika Ingin Batam Tetap Jadi Jendela Investasi 

Ketua KADIN Indonesia Komite Singapura, Michael Goutama, menyarankan agar pemerintah pusat melakukan reformasi kebijakan di Batam selain perubahan sistem yang dilakukan Badan Pengusahaan (BP) Batam. 

BATAM – Selain itu diharapkan agar berbagai kepentingan politik dari beberapa pihak dihilangkan, agar kerja sama Batam-Singapura terus erat.
Pesan itu disampaikan Michael Goutama, saat dialog bisnis di Singapura.

Hadir pada kesempatan itu, Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Ngurah Swajaya, serta Direktur Eksekutif Singapore Business Federation, Thian Tai Chew. Diberikan penekanan terkait pentingnya sejumlah reformasi kebijakan dari pemerintah pusat dan perubahan sistem yang dilakukan BP Batam.

”Bila keduanya (Batam dan Singapura) dapat terus bekerjasama dengan erat dalam dunia bisnis, berbagai kepentingan politik beberapa pihak dapat dihilangkan, Batam kembali kepada tujuan dasarnya. Menjadi jendela investasi di Indonesia,” katanya.

Baca Juga :  Sistem Langsung Buang, Membandel Dipenjarakan

Disebutkannya, Batam memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan investasi, karena lokasinya secara geografis sangat strategis. Memiliki berbagai fasilitas yang menarik bagi investor. ”Potensi ini harus didukung sistem,” imbaunya.

Diharapkan, hubungan bilateral yang telah terjalin erat selama 50 tahun antara Singapura dan Indonesia, khususnya dengan Batam, dapat terus ditingkatkan.

Terutama melalui Forum Joint Working Group Singapura-Batam, Bintan, Karimun. ”Mengingat Singapura merupakan sumber investasi PMA tertinggi di Batam untuk saat ini,” kata Ngurah Swajaya, Duta Besar Indonesia untuk Singapura menimpali.

Sementara Direktur Eksekutif Singapore Business Federation, Thian Tai Chew mengatakan, sampai saat ini, Batam masih menjadi tujuan investasi menarik bagi para investor Singapura. Batam dinilai memiliki kelebihannya sendiri, Singapura juga memiliki kekuatannya sendiri.

Baca Juga :  Seruan Salat Subuh Paling Benar

”Jika dua kekuatan ini dikolaborasikan akan dapat menghasilkan sesuatu yang sangat besar. Saat ini Batam masih menjadi primadona bagi ekologi investasi di Asia,” ungkap.

Sementara Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), Hatanto Reksodipoetro yang berbicara di hadapan sekitar 50 pengusaha lintas sektoral di Singapura, memaparkan berbagai terobosan yang telah dilakukan pihaknya. Dimana, kegiatan dimaksud untuk meningkatkan minat investor berbisnis di Batam.

”Kami sangat optimis dengan sejumlah terobosan yang kami lakukan di BP. Termasuk perbaikan sistem dari manual menjadi online di seluruh layanan yang dimanfaatkan oleh investor. Misalnya, layanan i23J dan KILK yang sangat diapresiasi investor,” kata Hatanto.

Baca Juga :  40 PAW Anggota DPRD Kota Malang Dilantik

Selain itu dibeberkan perihal fasilitas dan layanan lainnya seperti Host to Host Sistem Perizinan Online Pelabuhan. Hatanto juga memaparkan perihal aplikasi Geographical Information System (GIS) untuk manajemen lahan dengan pemetaan menggunakan drone seperti di Singapura.

”Sekarang, pertumbuhan ekonomi Batam, masih didominasi industri manufaktur berorientasi ekspor, serta nilai investasi tahun 2016 sebesar 471,37 miliar dolar Amerika Serikat, yang didominasi investasi dari Singapura,” jelasnya.(MATUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here