Kebocoran Air Capai 38 Persen

0
550
Perbaikan: Pekerja PDAM saat memperbaiki kebocoran pipa di Jalan DI Panjaitan, beberapa waktu lalu. f-andri/tanjungpinang pos

Kebocoran air PDAM Tirta Kepri masih tinggi. Kebocoran saat ini masih diangka 38 persen. hanya saja, jumlah ini sudah jauh lebih baik, karena sebelumnya kebocoran sempat mencapai 60 persen.

TANJUNGPINANG – Salah satu cara PDAM dalam mengatasi kebocoran yakni dengan pengunaan alat berupa Distrik Meter Area (DMA). Alat ini dinilai sangat membantu dalam mengatasi air baku yang hilang. Sebelum ada alat DMA ini, kehilangan air produksi PDAM sangat tinggi. Bahkan, air yang dialirkan untuk pelanggan bisa hilang sampai 60 persen. Ini yang terjadi pada 7 tahun silam. Sejak PDAM memasang alat DMA pada 2015 lalu, kebocoran air produksi bisa ditekan hingga 38 persen. Kehiolangan air itu dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di antaranya, kebocoran pipa, pencurian air serta penguapan.

”Alhamdulillah, sejak saya menjabat di PDAM Tirta Kepri pada tahun 2010, air yang terbuang dari sistem semakin berkurang,” kata Direktur PDAM Tirta Kepri, Abdul Kholik kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (11/10).

Diakui Kholik, kehilangan air baru yang disuplai melalui pipa-pira PDAM bukan hanya karena pipa bocor saja. Ada juga karena upaya pelanggan agar air yang diambil tidak masuk data entri PDAM Tirta Kepri.

Selain itu, sebutnya, kehilangan air juga ada dipengaruhi oleh meteran air milik pelanggan yang rusak. Untuk mengatasi kehilangan air PDAM memasang DMA di beberapa titik di Tanjungpinang. Saat ini sduah ada 24 titik yang dipasang DMA. Diantaranya, di derah Rawasari, Traling, Pantai Impian, Kuantan dan masih banyak lagi daerah yang sudah dipasang DMA.

24 DMA yang sudah dipasang, menurutnya, belum cukup untuk mencegah kehilangan air baku. Rencananya, PDAM akan memasang sekitar 200 DMA. Setiap DMA hanya mampu menangani 200 saluran pipa air baku ke pelanggannya.

”Kita pasang DMA secara bertahap. Alhamdulillah dari tahun 2015 hingga tahun 2017 saja sudah 24 DMA,” terang dia.

Upaya lain yang dilakukan, PDAM juga menggantikan pipa cacing dari jenis pipa PVC ke pipa High Density Polythylene (HDPE). Pipa cacing ini diganti karena rawan kebocoran lantaran usianya yang sudah tua.

”Kemudian, Kami dari PDAM juga menggantikan sebagian meter air yang sudah rusak,” sebut Kholik.

Kepala Satuan Pengendalian Kehilangan Air dari PDAM Tirta Kepri, Rianto Budi Satria mengatakan, untuk pergantian meteran air milik pelanggan sudah dilakukan sebanyak 1.600 di tahun 2017 ini. Kalau di dua tahun belakangan ini, yaitu tahun 2015 dan 2016, ia perkirakan ada 4.000 meter air yang diganti. Menrutnya, kerusakan meter air pelanggan terjadi karena sudah berusia di atas lima tahun.

”Untuk penggantian Pipa HDPE, PDAM sudah melakukan peremajaan besar besaran. bahkan Pipa HDPE yang diganti panjangnay sudah sekitar 20 ribu meter. Pergantian HDPE ini sudah dilakukan dari tahun 2016 hingga saat ini,” kata Rianto Budi sambil mengawasi pekerja melakukan penggantian meter air di Jalan Wonosari, Batu 5 Bawah, Tanjungpinang. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here