Kecamatan Harus Maksimalkan Razia Yustisi

0
284
TURUN: Warga saat turun dari kapal KM Sabuk Nusantara di Kijang. F-ADLY BARA HANANI/TANJUNGPINANG POS

BINTAN – Warga pendatang dari luar Bintan julahnya terus. Umumnya pendatang masuk melalui transportasi laut.

Tingginya minat warga datang karena Bintan dikenal memiliki sektor pariwisata yang maju. Namun, arus pendatang yang tinggi ini menjadi masalah tersendiri bagi pencatatan kependudukan.

Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pemkab Bintan kini menekankan, seluruh kecamatan memaksimalkan pendataan warga pendatang dengan razia Ktp (Yustisi) di wilayahnya.

Kepala Disdukcapil Pemkab Bintan, Yudha Inangsa mengatakan, kecamatan harus memaksimalkan razia Yustisi, bersama pihak terkait yakni kepolisian ke rumah-rumah sewa bahkan di tempat hiburan.

Sehingga perkembangan pendataan warga yang tidak memiliki Ktp, atau warga pendatang dengan Ktp asal, yang telah tinggal melibihi satu tahun dapat diketahui.

”Kalau warga pendatang dengan Ktp asalnya, jika masih di bawah satu tahun tinggal di daerah. Maka belum bisa ditindak, dan jika telah melebihi satu tahun. Maka kita menyarankan untuk membuat Ktp, dengan persyaratan memiliki surat pindah dari daerah asal,” ujar Yudha, Minggu (5/2).

Untuk itu, sambung Yudha, pihaknya telah menyampaikan kepada jajaran kecamatan. Agar lebih aktif dalam memberikan penyuluhan tentang identitas serta terus memperbarui pendataan warganya, melalui perangkat di bawahnya yakni kelurahan hingga RT dan RW.

Setiap ada kapal Pelni datang merapat di pelabuhan Sribayintan, Kijang. Adanya warga pendatang baru, bisa di pastikan melalui RT dan RW.

Camat Toapaya Riang Anggraini, sebelumnya juga menyampaikan pihak kecamatan Toapaya selalu melakukan pertemuan ditingkat kelurahan, desa hingga RT. Pertemuan itu membahas berbagai masalah, salah satunya pendataan warga pendatang.

Menurut Riang, wila yah Kecamatan Toapaya didominasi lahan perkebunan yang letak lahannya sangat jauh dari jalan umum.

”Saya selalu menyampaikan perihal pendataan warga, kepada perangkat di bawah kecamatan. Agar lebih aktif untuk mendata warganya, dan memantau warga pendatang. Terlebih yang bekerja di kebun-kebun,” ujar Riang.

Sedangkan Camat Bintan Timur Rusli, juga menambahkan tetang kegiatan razia Yustisi dilakukan kondisinya memungkinan. Kecamatan Bintan Timur menggelar razia Yustisi setiap satu bulan sekali.

Menurut Rusli, itu akan dilakukan terus jika memungkinkan. Tetapi apabila situasi tidak memungkinan, maka selambat-lambatnya razia tersebut dilaksanakan tiga bulan sekali. (abh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here