Kedekatan Jarak Diprioritaskan

0
930
Daftarkan anak: Para wali murid yang mendaftarkan anaknya memadati sekolah di hari terakhir pendaftaran sekolah di SMPN 3 Batam, kemarin.F-tarmizi/tanjungpinang pos

SMP Unggulan Gelar Tes Tertulis PPDB

BATAM – Tiga Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Batam Hari ini menggelar tes tertulis bagi calon siswa yang akan diterima pada, Rabu (8/6). Tiga SMPN tersebut masing-masing SMPN 3, SMPN 6 dan SMPN 26 Batam yang masih dikelompokkan sebagai sekolah rujukan atau yang dulu sering disebut sebagai sekolah unggulan.

Sejak dibuka pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) khusus tiga sekolah negeri tersebut mulai Senin (5/6), tiga sekolah rujukan ini tidak menerapkan Peraturan Menteri Pendidikan No 17 tahun 2017.

Dalam peraturan tersebut, mengamanahkan sistem zonasi atau yang dulu lebih dikenal dengan sebutan rayonisasi dalam penerimaan colan siswa. Tidak tanggung-tanggung, pada peraturan menteri tersebut, setiap SD maupun SMP wajib menampung 90 persen calon siswa yang berdomisili lebih dekat dengan sekolah.

”Hingga saat ini, kita belum menerima juknis dari Dinas Pendidikan. Kita tetap mengacu pada ketentuan sebelumnya, yang hanya memberi kesempatan dua puluh persen kepada calon siswa dari lingkungan terdekat. Sisanya tetap reguler. Selanjutnya, seluruh calon siswa tersebut akan mengikuti ujian tertulis yang dilaksanakan besok (hari ini, red),” jelas Kepala SMPN 3 Batam, Wiwik kemarin di ruang mejelis guru SMPN 3 Batam.

Baca Juga :  Taksi Online Dibatasi dan Wajib Pakai Stiker

Apa yang disampaikan Wiwik, juga berlaku untuk SMPN 6 dan SMPN 26 Batam. Dikatakannya, PPDB untuk tiga sekolah rujukan ini dibuka lebih awal dari seluruh SMPN yang ada di Batam, yang beru mulai menerima pendaftaran tanggal 10 Juni nanti.

Tiga sekolah rujukan ini, tidak serta merta menerima setiap berkas calon siswa sebagai peserta yang sah mendaftar ke sekolah tersebut. Bagi calon siswa yang nilai rata-ratanya tidak mencapai 8.5, secara langsung ditolak mendaftarkan diri. Nilai rata-rata 8.5 ke atas tersebut juga belum jaminan, seorang anak akan diterima. Hasil akhirnya tergantung nilai tes tertulis yang dilaksanakan hari ini, Kamis (8/6).

Baca Juga :  Pelebaran Jalan Terkendala Pipa Gas

”Aturan main yang tak jelas dan sangat zolim. Sudahlah anak kita kurang mampu IQ nya, tidak diterima sekolah di sekolah terdekat, dan harus sekolah jauh-jauh, apa tidak tambah bodoh anak kita nantinya. Tingkat resiko di jalanan tinggi. Pulang sekolah capek dan jelas akan mempengaruhi proses belajarnya, baik di sekolah maupun di rumah,” kata salah seorang wali murid, Buyung yang anaknya ditolak mendaftar di SMPN 3, pada hal jarak sekolah dari rumahnya hanya butuh 7 hingga 10 menit jalan kaki.

Buyung menambahkan, aturan main PPDB sudah melawan hukum Tuhan. Tuhanlah yang menciptakan manusia dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Para orang tua pasti menginginkan dapat anak yang cerdas. Tapi Tuhan tentu punya pertimbangan yang jauh lebih baik.

Baca Juga :  Pusat Belum Putuskan Pengelola OSS

”Sekolah menerapkan penerimaan siswa berdasarkan nilai, apa itu tidak melawan Tuhan, sebab Tuhan tidak menciptakan manusia itu pintar semua, ada tugas dari sekolah dan orang tua untuk membina dan mendidik, sekolah mestinya tidak melakukan dikotomi terhadap anak-anak kita yang kurang pintar, Sepertihalnya Tuhan tidak membedakan umatnya, selain pada tingkat keimanan dan ketakwaan hambanya,” tutur Buyung.

Banyaknya siswa yang tak diterima di sekolah unggulan yang tidak menerapkan Permendik No 17 tahun 2017 tersebut. hanya saja Kadisdik Batam, Drs H Muslim Bidin MM sampai kemarin sore tidak dapat dikonfirmasi.(TARMIZI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here