Kedelai Kosong, Pengusaha Terancam Gulung Tikar

0
505
Bahas sembako: Sekdis Perindag dan UKM Hikmatul Arif memaparkan kondisi kedelai belakangan ini ke pengusaha dan wartawan saat membahas ketersediaan sembako di kantor Disperindag. F-HARDIANSYAH/TANJUNGPINANG POS

Natuna – PARA pedagang mengeluhkan kelangkaan pasokan kedelai ke Natuna yang hingga kini belum juga teratasi.

Pasalnya, pengiriman barang ke Natuna mengalami keterlambatan karena cuaca buruk, yang membuat kapal tidak bisa mengirimkan kebutuhan kedelai ke Natuna.

Bambang seorang pengusaha tahu dan tempe di Kota Ranai menuturkan, saat ini mereka sangat kesulitan menari bahan baku kedelai. Sudah sepekan toko-toko yang biasanya ada kedelai, juga tidak menjual kedelai lagi.

”Sekarang ini kita sangat kebingungan mencari bahan baku kedelai untuk bahan membuat tahu dan tempe,” ungkapnya kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (22/2).

Sekarang ini dikatakannya, untuk harga kedelai satu bungkus mencapai Rp 410 ribu, padahal sebelumnya satu sak saja sekitar Rp 380 ribu.

”Bisa gulung tikar kami kalau begini terus. Natuna juga bakal tidak ada ada tahu dan tempe,” imbuhnya.

Sementara itu, sekretaris Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Makro Kabupaten Natuna, Himatul Arif menyebutkan, pihaknya belum bisa memastikan kapan akan bisa kembali normal pasokan kedelai.

”Kalau untuk kelangkaan kita tidak tahu sampai kapan. Sebab selama ini kita masih impor dari luar negeri,” kata Hikmatul.(HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here