Keimanan dan Ketakwaan Inti Ibadah Kurban

0
129
Muhammad Idris DM.

(Hati Bersih Iman dan Taqwa)

Oleh: Drs.H. Muhammad Idris DM, MM, MSi.
Dekan Fakultas Ekonomi UMRAH TANJUNGPINANG

Hewan kurban itu, yang menjadi intinya, bukanlah dagingnya dan darahnya yang tertumpah, melainkan tapi yang menjadi inti dan jiwanya ialah keimanan dan ketaqwaan serta kepatuhan mengerjakan perintah Allah SWT, dan menjauhkan segala laranganNya.

Penyembelihan hewan qurban itu, merupakan ibadah yang menunjukkan kepatuhan, keimanan, dan ketaqwaan serta rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT, juga menggambarkan bahwa harta yang dimiliki itu mempunyai fungsi sosial. Demikian dikemukakan, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji (FE UMRAH) Tanjungpinang Kepulauan Riau, Drs. H. Muhammad Idris DM, MM, MSi., dalam khutbah shalat ‘Idul Adhha di depan ratusan jamaah Mesjid Salsabilah batu tujuh Tanjungpinang

Dalam kaitan dengan ibadah qurban, ditegaskan bahwa daging dan darah hewan yang diqurbankan itu tidak akan sampai kepada Allah SWT hanyalah ketaqwaan pelaksana qurban itu. Jadi Allah tidak mengharapkan daging dan darah hewan qurban itu, tetapi mental ketaqwaan ini tidak akan tumbuh di hati yang bersih dan ikhlas.

Muhammad Idris DM, mengutip Firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Hajj ayat 37 yang artinya “Daging-daging unta dan darahnya (yang dsembelih untuk qurban) itu sekali-kali tidak akan mencapai keridha-an Allah, tetapi sifat ketaqwan dari kamulah yang dapat mencapainya, demikianlah Allah telah menundukkanya untuk kamu mengagumkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (AQS.Al-Hajj : 37).

membersihkan hati
Ibadah qurban mempunyai hikmah untuk membersihkan hati agar menjadi lahan yang subur untuk tumbuhnya iman dan taqwa, menurut Muhammad Idris DM, maka dengan demikian, dimensi keikhlasan sudah seharusnya menjadi landasan setiap amal perbuatan manusia, agar manusia mengorientasikan kehidupannya semata-mata untuk mencapai ridha Allah SWT. Dengan ikhlas beramal, berarti seseorang membebaskan dirinya dari segala bentuk rasa pamrih, agar amal yang diperbuat tidak bernilai semu dan bersifat palsu. Dengan keikhlasan, seseorang dapat mewujudkan amal sejati.

Menurut Dekan Fakultas Ekonomi UMRAH Muhammad Idris DM, setiap amal diukur dari sikap keikhlasan yang melandasinya. Dan kesediaan berqurban yang dilandasi rasa keikhlasan semata-mata, dapat mengurangi atau mengekang sifat keserakahan dan ketamakan manusia untuk berlaku serakah dan tamak, namun kecenderungan itu dapat dieliminir dengan membangkitkan kesadarannya agar bersedia berqurban untuk sesamanya.

Kesediaan berqurban mencerminkan adanya pengakuan akan hak-hak orang lain, yang seterusnya dapat menumbuhkan rasa solidaritas sosial yang tinggi.

Semoga amalan kita bertambah dari tahun yang telah lalu dan dosa kita diampunkan oleh Allah SWT. Mari kita gunakan segala peluang yang ada demi menambah bekal akhirat kita sebelum bertemu dengan-Nya di hari yang tidak ada pertolongan lain selain mereka yang menemui-Nya dalam keadaan hati yang bersih dan selamat daripada kekotoran dosa dan noda.

Dalam Pelaksanaan Shalat Idul Adha yang bertindak sebagai Imam Drs. H. Muhammad Fauzi Mahbub, MM. Dan bertindak sebagai khatib Drs. H. Muhammad Idris DM (Dekan Fakultas Ekonomi UMRAH), usai pelaksanaan Shalat Idul Adhha dilanjutkan dengan pemotongan hewan qurban dengan 7 (tujuh) ekor sapi dan 3 (tiga) ekor Kambing, yang dibagi-bagikan kepada masyarakat sekitarnya dan kepada mereka yang berhak menerimanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here