Kejari Natuna Lidik 6 Perkara Korupsi

0
1863
LIHAT: Seorang warga saat melihat-lihat kondisi rumah yang dibangun di tengah hutan untuk nelayan. F-dokumen/TANJUNGPINANG POS

NATUNA – KEJAKSAN Negeri (Kejari) Kabupaten Natuna tengah menangani 6 perkara dugaan korupsi. Enam perkara tersebut, ada di Kabupaten Natuna dan Kabupaten Anambas.

Selama ini, kinerja Kejari Natuna dipertanyakan karena tidak adanya kasus dugaan korupsi yang ditangani secara serius.

Kini, kesan tersebut mulai dibuktikan dengan adanya 6 perkara tersebut. Masing-masing kabupaten, terdapat 3 perkara dugaan korupsi proyek pembangunan. Diantaranya yakni, adanya tiga proyek yang sedang dilidik terkait perumahan nelayan di Semente, Kecamatan Bunguran Barat.

Rumah nelayan yang dibangun tersebut, sebanyak 39 unit dengan tipe 36 dan dibangun dengan anggaran sebesar Rp 25 miliar. Selain itu, ada proyek pembangunan Pelabuhan Subi di Kecamatan Subi anggaran bertahap sekitar Rp 113 miliar.

Selanjutnya, pembangunan kabel fiber optik untuk Palapa Ring yang terhubung dari Singkawang, Natuna, Tarempa dan Batam dengan anggaran sekitar Rp 160 miliar.

Sementara, untuk dugaan tindak pidana korupsi yang berada di Kabupaten Anambas yakni Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Lainnya, pembangunan kantor Bupati Anambas Tahap 2 dan satu Proyek Pembangunan Pasar Miring.

”Memang tidak tanggung-tanggung bang, gebrakan Kajari Natuna sekarang ini kita ditugaskan untuk melakukan lidik dugaan Tipikor 6 kasus sekaligus di dua Kabupaten,” kata salah satu pejabat di lingkup Kejari Natuna, Kamis (23/11).

Saat ini, Kejari sudah diinstruksikan untuk segera pengumpulan data dan lain sebagainya. Agar, pada awal tahun 2018 nanti sudah bisa langsung masuk persidangan.

”Sejak Kajari Natuna dipimpin pak Juli Isnur, ia ingin ada produk yang bertentangan dengan hukum bisa diangkat. Sebab, belakangan ini kan, Kajati terus yang mengangkat kasus tipikor,” sebutnya.(HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here