Kejati Minta KPU Tak Loloskan TSK Korupsi

0
526
DR asri agung

TANJUNGPINANG – Kejaksaan Tinggi Kepri sudah menetapkan tiga tersangka (TSK) dugaan korupsi tunjangan rumah dinas Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Natuna.

Dan hingga saat ini proses penyelidikan kasusnya belum dihentikan. Namun salah satu terduga yang namanya sudah ditetapkan penyidik sebagai tersangka kasus korupsi, justru ikut dalam calon anggota Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Kepri pada 2019 mendatang.

”Prosesnya penyelidikannya sedang berjalan. Kan ada ketentuannya, rasanya saya yakinlah, KPU tidak akan main-main lah,” terang Asri Agung Putra didampingi pejabat Kajati lainnya di halaman kantor Kajati Kepri, Jalan Senggarang, Senin (23/7) kemarin.

Baca Juga :  Ruang Kerja Gubernur Disegel KPK

Sebagai informasi, bahwa belum lama ini, Kejati Kepri sudah menetapkan tiga tersangka dugaan korupsi tunjangan rumah dinas Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Natuna tahun anggaran 2011-2015.

Hingga kini proses penyelidikan belum selesai walaupun proses penyidikan sudah dilakukan sejak 2017 lalu. Dalam kasus ini negara dirugikan sekitar Rp7,7 miliar. Adapun tiga orang yang juga salah satunya mencalonkan diri sebagai caleg yakni mantan Bupati Natuna Ilyas Sabli, Syamsurizon dan Makmur Mantan Sekwan DPRD Natuna.

Disinggung apakah Kajati masih menunggu putusan resmi KPU terhadap pencalonan terduga kasus korupsi yang menurutnya, sudah ditetapkan sebagai tersangka, Asri justru menyampaikan, jika seandainya KPU menanyakan proses penyelidikan kasusnya sudah sampai dimana, pihaknya pasti akan menjelaskan.

Baca Juga :  Pendidikan & Disiplin Awal Kesuksesan

Apalagi sudah diketahui umum secara luas bahwa yang bersangkutan statusnya tersangka. ”Kalau mereka (KPU, red) menanyakan kepada kita pasti akan kita jawab, selama ini dari instansi terkait meminta, dan kita pasti menjelaskan,” tegasnya demikian. (ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here