Kejati Segera Limpahkan Berkas Perkara Tersangka Nasihan ke Pengadilan

0
950

TANJUNGPINANG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri segera melimpahkan berkas perkara tersangka Mohammad Nasihan dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang dana asuransi kesehatan (Askes).

Serta Tunjangan Hari Tua (THT) PNS dan Tenaga Harian Lepas (THL) Pemko Batam sebesar Rp 55 miliar ke Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungpinang.

Hal ini dikatakan, Kepala Kejati Kepri Asri Agung Putra. Menurutnya, tim penyidik masih melengkapi surat dakwaannya karena masih ada yang kurang.

“Berkas surat dakwaannya sudah diekspose penyidik di depan saya, tapi dakwaannya belum tuntas. Saya minta diselesaikan dulu surat dakwaannya,” katanya.

Ia menuturkan, dalam kasus ini, ada sua orang tersangka ditetapkan yakni Syafei Jaksa Pengacara Negara pada Kejaksaan Negeri Batam dan Mohammad Nasihan.

Baca Juga :  Istri Prajurit Dilatih Mencermati Potensi dan Bakat Anak-anak

Asri menjelaskan, saat ini tersangka Nasihan sudah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjungpinang. Tersangka sendiri juga telah memberikan kesaksian kepada terdakwa Syafei selaku rekanan Nasihan.Pihaknya dalam waktu dekat ini akan menuntaskan dakwaannya untuk dilimpahkan ke pengadilan.

“Yang jelas secepatnya berkas perkaranya akan segera kita limpahkan ke pengadilan untuk disidangkan. Kalau sudah siap baru saya akan tunjuk jaksa yang menyidangkannya,” sebutnya.

Dalam persidangan tersangka Nasihan sebagai saksi menurutnya, setelah uang itu masuk ke rekening adalah hak dan tanggung jawabnya. Dia beralasan melakukan pemindahan uang untuk mengamankan uang dari kurator. Uang Rp55 dipindahlan, menurutnya sudah aman bersamanya.

“Dananya tidak ada, ada pada saya. Uang itu ada di saya. Dan akan dibayarkan pada saat diperlukan. Saya ada uang, kalau tak ada uang mana saya berani,” tuturnya.

Baca Juga :  Candra Pimpin PWI Cabang Kepri

Saat disinggung jaksa terkait apakah uang itu ada diberikn kepada terdakwa, kata Nasihan, tidak ada memberikannya. Hanya digunakan dirinya sendiri. Dia menyakinkan Syafei agar mau menandatanganinya agar bisa dipindahkan uang dari rekening bersama ke rekening pribadinya.

“Tidak pernah mengirim uang kepada Syafei. Hanya penandatangan cek. Alasan untuk keperluan global saja. Kalau di rekening bersama tidak aman, akan disita oleh kurator,” jelasnya.

Sebelumnya, kasus ini merupakan korupsi dana kepersertaan JHT dan Askes para Pegawai PNS dan honorer Pemko Batam melalui APBD kepada Asuransi Bumi Asih Jaya (BAJ) senilai 208 miliar. Dugaan awal dana korupsi tersebut merugikan negara sebanyak 55 miliar.

Baca Juga :  Peluk Mesra Kepulauan Riau

Dalam kasus ini, Kejati Kepri telah memeriksa 14 orang saksi serta telah melakukan tindakan penyitaan terhadap dokumen-dokumen yang terkait.

Peyelenggaraan Askes, THT bagi ASN di lingkungan Pemko Batam dilakukan, berdasarkan Perda Kota Batam No 09 tahun 2006 tentang APBD Kota Batam tahun Anggaran 2007.

Kedua tersangka melanggar pasal 3, 8 Undang-Undang No.20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dan pasal 3 UU No 8 tahun 2010 tentang pencegahandan pemberantasan tindak pidana pencucian uang. (ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here