Kejati Terima SPDP PT Panca Rasa

0
64
Warga berdiri di samping pintu masuk PT. Panca Rasa Pratama yang disegel polisi, saat itu. f-dok/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri menerima surat pemberitahuan dimulainya penyelidikan (SPDP) kasus perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup/kasus pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) oleh PT. Panca Rasa Pratama di Jalan DI Panjaitan perusahaan produksi teh merek Prenjak. Perusahaan ini milik pengusaha Bandi.

Asisten Tindak Pidana Umum Kejati Kepri, Arif Zainulyani menggatakan, SPDP PT Panca Rasa Pratama perusahaan produksi teh merek Prenjak, air kemasan merek Ravel, minuman ringan merek Canbo dan kecap asin merek Ches’z telah kita terima dari Polda Kepri dengan nomor : spdp /26/IV/2019/Ditreskrimsus Polda Kepri.

”Tersangka dalam Lodik, diterima Kejati Kepri pada tanggal 09 April lalu,” katanya, Jumat (12/4).

Lanjutnya, dalam kasus ini disangkaan melanggar Pasal 102 jo pasal 59 ayat 4 dan atau pasal 103 jo pasal 59 Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Terhadap SPDP dimakaud Kejati Kepri telah menunjuk dua orang jaksa mengikuti perkembangan penyidikan terhadap kasus tersebut.

”Jaksanya Roy Hufinton Harahap dan Fahmi Ariyoga,” ujarnya.

Sebelumnya, pabrik produksi pembuatan teh Prendjak yakni PT Panca Rasa Pratama disegel Kepolisian dari Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri. Perusahaan tersebut tidak memiliki Tempat Penyimpanan Sementara (TPS). Selain itu, petugas juga mendapati bahwa air yang digunakan untuk produksi air kemasan Ravel berasal dari sumur bor atau air tanah. Pemasangan garis polisi yang dilakukan pada Sabtu lalu (23/2) juga disebabkan karena PT PRP tidak kooperatif.

Limbah B3 berupa tumpukan yang sempat diamankan petugas, justru dibuang oleh pegawai PT PRP ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Selanjutnya pada Senin (25/2), garis polisi juga dipasang di gerbang utama PT PRP. Tujuan pemasangan police line itu karena Korps Bhayangkara khawatir ada barang bukti lainnya yang di bawa keluar dari perusahaan. Adapun sejumlah barang bukti yang diamankan dari TKP antara lain 7 kaleng kecil cat bekas, 16 kaleng besar cat bekas, 17 ember plastik bekas tempat cat, tiga drum berisi oli bekas; empat jeriken berisi oli bekas, dua jeriken kosong, dan satu drum glasswool atau limbah terkontaminasi. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here