Kejati Tetapkan Mantan Bupati Jadi Tersangka

0
490
Tengku Muhktarudin

Anambas – KEJAKSAAN Tinggi (Kejati ) Tanjungpinang menetapkan tiga orang tersangka dalam korupsi pemberi dan penerima mobil dan motor atas penyimpanan giro dan deposito dana APBD 2011 dan 2012 Kabupaten Kepualuan Anambas di Bank Syariah Mandiri (BSM) Tanjungpinang, Selasa (31/1).

Adapun tiga orang tersangka yakni mantan Bupati Anambas, Tengku Muhktarudin (MT), mantan Kabag Keuangan Anambas Ivan, (IV) serta Mantan Kepala Cabang Bank Sariyah Mandiri (BSM) Tanjungpinang inisial Kn.

Kepala Kejati Kepri Yunan mengatakan, penetapan tersangka TM, IV dan KN, dilakukan setelah, memenuhi dua alat bukti. Serta, penyelidikan dan penyidikan, gelar perkara, dan pemeriksaan saksi ahli

Ketiga orang ini kami tetapkan sebagai tersangka, sebagai pemberi dan penerima mobil dan motor, atas apresiasi penyimpanan deposito dan dana giro APBD? Anambas senilai Rp 120 miliar 2011-2012.

Kejati menjelaskan, pihak bank bsm memberikan apresiasi 25 unit sepeda motor megapro pada tahun 2011 atas penyimpanan dana sebesar Rp 80 miliar di bank BSM tetapi tidak dimasukkan dalam aset tetapi dijual untuk kepentingan peribadi.

Tahun 2011, kabupaten Anambas menambah dana Rp 30 miliar di bank BSM, kemudian pihak BSM memberikan memberikan apresiasi mobil avanza juga tidak dimasukkan dalam aset. Total tahap awal Rp 80 milair, penambahan Rp 30 miliar, tahun 2012 total semuanya Rp 120 miliar.

Sekitar bulan Januati 2012, Pemda Anambas menempatkan dana kembali, dan BSM memberikan satu unit fortuner, tidak dimasukkan dalam aset.

”Mobil serta motor tersebut tidak dicatat sebagai aset negara, tetapi digunakan untuk kepentingan sendiri,” katanya.

Kendati sudah ditetapkan tersangka, namun Kejati Kepri belum melakukan penahanan ketiganya. Selanjutnya, mereka masih akan dipanggil sebagai tersangka.

”Penahanan belum dilakukan dan masih akan dipanggil sebagai tersangka,” sebutnya.

Kajati Kepri juga mengungapkan, negara telah dirugikan Rp 1,2 milliar atas penerimaan dan penjualan dua mobil dan motor yang dilakukan tersangka pemberi dan penerima.

”Ketiga tersangka dijerat dengan pasal 2 Jo pasal 3 Jo pasal 11, Pasal 5 Jo Pasal 13 UU nomor 31 tahun 1999, sebagai mana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” ujarnya.

Selain melakukan pemanggilan pada tiga tersangka, Kejati Kepri juga mengaku telah memeriksa sejumlah saksi dalam perkara ini, dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain.(RAYMOND SANDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here