Kejati Usut Dua Dugaan Korupsi

0
107
Feritas

TANJUNGPINANG – Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyelediki dua dugaan korupsi. Yakni, dugaan korupsi di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepri yang berkantor di Tanjungpinang. Dan, bantuan sosial (Bansos) di Kabupaten Natuna. Hal ini diungkapkan Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Kepri, Feri Tas, di Kantor Kejati Kepri di Senggarang, Tanjungpinang, kemarin.

Ia mengatakan, kasus yang sedang mereka tangani atas dugaan penyelewengan dana BPBD Kepri. Bahkan kasus tersebut sudah naikan status ke penyidikan. Selain BPBD Kejati Kepri juga memeriksa sejumlah kasus lainnya yakni Bantuan Sosial (Bansos) di Kabupaten Natuna.

”Untuk Bansos Natuna, indikasinya terdapat penggunaan anggaran yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Sementara itu dulu, karena masih kita lakukan pengumpulan barang bukti dan keterangan (Pulbaket),” katanya.

Feri Tas menyebutkan, bahwa jajarannya telah menaikan status penyelidikan ke tahap penyidikan untuk kasus dugaan korupsi penggunaan anggaran operasional di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepri.

Lanjutnya, dalam kasus ini, penyidik tindak pidana khusus (Pidsus) Kejati Kepri beberapa hari terakhir ini memanggil dan memeriksa tiga orang pejabat di lingkungan BPBD Kepri tersebut. ”Ada sekitar lima orang sudah kita panggil untuk di mintai keterangan, pemeriksaan masih sebatas penggunaan anggaran dengan meminta keterangan serta dokumen tentang penggunaan anggaran saat itu” sebutnya.

Feri Tas menuturkan, kita usahakan pada akhir tahun ini ada yang bisa terangkat dan kita tentukan siapa tersangkanya serta berapa jumlah kerugian negaranya.

”Insya Allah akhir tahun ini kita sudah bisa menentukan siapa para tersangkanya,” ujarnya. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here