KEK Dimulai dari Nongsa

0
582
Gerbang Nongsa Digital Park. Pengusaha kawasan Digital Park ini disebut sudah siap menerapkan KEK.f-istimewa

BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam menyiapkan rencana penerapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Rencananya, KEK akan dilakukan secara bertahap. Kawasan industri yang dinilai paling siap saat ini untuk menjadi KEK adalah kawasan di Nongsa, atau lebih tepatnya, digital kawasan park. Setelah itu, kawasan industri yang jumlahnya 24 diminta untuk bersiap-siap. Saat ini ada 105 shipyard yang akan masuk KEK.

Menurut Kepala BP Batam, Lukita, pihaknya masih melakukan pematangan zonasi-sonasi. BP Batam, kata Lukita, sedang fokus di persiapan sebagai pengelola KEK. Peralihan kawasan dari FTZ ke KEK diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 2 sampai 3 tahun ini. Namun jika sudah ada kawasan yang siap menerapkan KEK, akan dijalankan.

Baca Juga :  Batam Jadi Pusat Pelatihan Pengelasan Migas

”Kelihatan yang pertama dan siap untuk KEK, Nongsa yang dikelola Kris Wiluan. Itu yang digital park. Itu mungkin yang pertama,” beber Rabu (7/3).

Sebelum penerapan KRK dilakukan, pihaknya akan mengumpulkan kawasan industri. BP Batam akan mendalami pergerakan barang antar KEK dengan non KEK kedepan. ”Yang tidak masuk KEK, tetap dalam posisi FTZ. Pergerakan barang akan kita pantau dikawasan,” jelas Lukita.

Kata Lukita, BP Batam sudah ada kesepakatan dengan Bea Cukai di Batam untuk bersama-sama dalam penerapan KEK. Bea Cukai akan membantu memantau pergerakan barang dengan menggunakan teknologi. ”Bea Cukai akan lebih mudah pelakukan pengawasan dengan memakai teknologi,” jelas Lukita.

Baca Juga :  Beri Pendidikan Budi Pekerti Sejak Dini

Nantinya diakui, di setiap perusahaan di kawasan industri yang masuk KEK, akan disiapkan komputer khusus dari Bea Cukai. Pergerakan barang akan dipantau melalui komputer itu. ”BC akan memantau lewat komputer di setiap perusahaan yang di KEK. Nanti komputer terkoneksi dengan BC. Sehingga bisa dimonitor,” imbuhnya.

Walau saat ini disiapkan 24 kawasan industri yang akan masuk KEK, namun tidak semua kawasan itu yang siap. Sehingga bakal ada yang tidak masuk dalam KEK dan tetap beroperasi tanpa insentif seperti perusahaan lain. Tanpa masuk KEK, maka perusahaan di kawasan itu akan menerima fasilitas FTZ.

Baca Juga :  September, Tender Pengelolaan Hang Nadim

”Ada beberapa perusahan yang akan tetap menjalankan FTZ seperti yang berlaku selama ini,” imbuhnya.

Walau tidak menyebutkan nama perusahaan atau kawasan yang tidak masuk KEK nanti, namun BP Batam sudah bersedia beroperasi dengan FTZ. Dengan demikian, perusahaan-perusahaan itu akan tertap beroperasi dengan fasilitas seperti yang diterima. Dan BC juta tetap akan memantau pergerakan barang di kawasan non KEK.

”Ada perusahaan yang kesulitan untuk menjadi kawasan KEK. Dan yang bersangkutan berkomitmen beroperasi dengan fasilitas FTZ,” imbuh Lukita.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here