KEK Masih Terhalang Lahan

0
129
GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun melihat peta pembangunan KEK Galang Batang di Bintan, Senin (3/9) bersama pimpinan PT BAI dan rombongan. f-istimewa/humas pemprov kepri

Gubernur Turun ke Galang Batang

PT BAI terus melakukan pembangunan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang Bintan. Namun, pekerjaan tak semua mulus lantaran masih ada lahan yang belum dibebaskan untuk pembangunan jalan.

BINTAN – HAL ini disampaikan Santoni, owner PT BAI saat menerima kedatangan rombongan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun ke lokasi itu, Senin (3/9) kemarin.

Pada pembahasan denah lokasi KEK, Nurdin hadir bersama Asisten Perekonomian Syamsul Bahrum, Kadis PU Abu Bakar, Kadis DPMPTSP Bintan Hasfarizal Handra dan pemilik PT. BAI, Santoni.

Salah satu yang dibahas dalam denah tersebut adalah pembebasan lahan Galang Batang yang mana akan dilakukan pembebasan untuk pembangunan jalan lagi sepanjang lebih kurang sekitar 4 Km.

Pengembangan pelabuhan di kawasan Galang Batang juga terus berjalan, nantinya pelabuhan tersebut dapat menampung kapal seberat 30 ton dengan panjang dermaga 500 meter dan kedalaman 16 meter.

Santoni menjelaskan, bahwa di lokasi tersebut akan dibangun sungai sepanjang 3 Km dengan lebar 30 meter yang langsung mengarah ke laut dengan kedalaman 3 meter, DAM sepanjang 500 meter yang telah dibangun.

Di ujung pantai nantinya akan dibangun double dam agar ketika air laut pasang, tidak masuk kekawasan sungai dan waduk air tawar.

Santoni juga meminta bantuan pemerintah untuk pembangunan jalan di lokasi tersebut sepanjang satu Km

Nurdin mengatakan pengembangan kawasan industri harus dibangun dengan senyaman mungkin karena prospek yang diambil adalah untuk jangka panjang.

”Jalan harus lebar, pelabuhan harus luas ke depan kawasan ini akan padat,” ujar Nurdin.

”Proyek Galang Batang tetap berjalan, peresmian gedung KEK juga segera di lakukan,” kata Santoni.

Nurdin memberi saran, jika memang dirinya ikut meresmikan kantor tersebut bersama menteri terkait dari pusat agar acara tersebut disejalankan dengan perayaan hari jadi ke-16 Provinsi Kepri.

”Kita resmikan sejalan dengan sempena Hari Jadi ke-16 Provinsi Kepri saja,” saran Nurdin di setujui semua pihak.

Nurdin yakin KEK Galang Batang di Bintan ini dapat menyaingi Batam, dan dengan akan terealisasinya jembatan yang menghubungkan Batam dan Bintan ke depan tentu akan semakin menggeliatkan potensi industri.

”Jembatan Babin nantinya akan menjadi harapan masyarakat, kedua daerah tersebut di proyeksikan akan seimbang dalam pertumbuhan ekonominya,” tutup Nurdin.

Sebelum meninjau Galang Batang, Gubernur sudah duluan meninjau Kawasan Free Trade Zone (FTZ) Pulau Dompak.

Industri, Kunci Majunya Tanjungmoco
Gubernur menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus menggali potensi yang ada di Kepri agar dapat menumbuhkan kesejahteraan.

Salah satunya membangkitkan kawasan industri baru. ”Kita yakin potensi industri baru dapat tumbuh berkembang dengan pesat dan menjadi kebanggaan Indonesia secara umum dan Kepri khususnya,” katanya saat meninjau lokasi pengembangan kawasan industri di Pulau Dompak.

Nurdin melanjutkan bahwa pemerintah siap memfasilitasi dan terus berupaya menjemput bola menangkap peluang yang ada terutama peluang untuk investasi.

”Semua kita lakukan secara bertahap dan terencana. Pemerintah terus mencari formula dan mencari lompatan-lompatan besar,” lanjut Nurdin.

Dalam kunjungannya ke pelabuhan Tanjung Mocco, Pulau Dompak, masih terdapat beberapa kendala seperti belum selesainya dermaga pelabuhan yang harus dibangun lagi sepanjang hampir 2 Km ke laut.

Panjangnya pelabuhan sendiri dikarenakan kendala Oceanografi yang tidak merata.

Menurut Nurdin salah satu syarat untuk berjalannya pelabuhan Tanjungmoco adalah menghidupkan dunia industri di kawasan sekitar.

Nurdin menggesa kepada BP Kawasan Tanjungpinang agar dapat mendorong pembangunan kawasan industri disini setelah sebelumnya di sekitar lokasi juga telah mulai dibangun pabrik rokok.

”Industri tetap menjadi fokus kita disini agar dapat perhatian pemerintah pusat juga para pengusaha untuk sama-sama membangun kawasan industri baru ini,” tambah Nurdin lagi.

Adapun pembangunan lanjutan pelabuhan statusnya sudah naik ke kementerian dan bisa dilanjutkan kembali pengembangannya.

Kemudian dalam pembangunan jalan di kawasan dompak sendiri, pemilik lahan, Subhan, telah setuju untuk menghibahkan tanahnya seluas 3,5 KM untuk dijadikan kawasan pembangunan jalan KEK Pulau Dompak.

Dalam rapat terbatas yang digelar Gubernur Nurdin bersama Asisten Perekonomian Syamsul Bahrum, Kepala Dinas PU Abu Bakar, juga Kepala BP Wilayah Kota Tanjungpinang Den Yealta beserta jajaran terkait, market pembangunan kawasan industri sendiri diawali dengan rancangan jalan yang akan dibangun.

Kemudian dalam rapat ini juga direncanakan akan dilakukan launching kawasan industri terpadu kawasan pulau Dompak seluas 1 hektare yang akan digelar bersempena dengan hari jadi Kepri ke-16 yakni yang jatuh setiap 24 September.

”Mari kita jadikan Pulau Dompak sebagai kawasan industri baru di Kepri,” tegas Nurdin.(MARTUNAS-SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here