Kekerasan Anak Makin Marak

0
358
Silmaida Rahman

Oleh: Silmaida Rahman
Aktivis Dakwah Islam Kaffah

Berapa hari yang lalu tepat pada tanggal 24 agustus 2018, warga Tanjung Uncang dikejutkan oleh 2 bocah berumur 2 dan 3 tahun yang ditemukan berada diluar rumah dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Sekujur tubuh penuh dengan luka memar dan badan mereka penuh dengan kudis. Kuat dugaan bahwa bocah yang ditinggal orangtuanya bekerja sebagi TKI itu mengalami kasus penyekapan.

Sebagai ibu, sekaligus sebagai orang tua tentulah hati kita merasa terluka mendengar berita itu. Ironisnya lagi, tak sedikit kasus penganiayaan kepada anak dibawah umur yang dilakukan oleh pengasuh maupun kerabat dekatnya sendiri.

Rata-rata anak yang dititipkan kepada pengasuh atau kerabat dekat dikarenakan kedua orgtuanya bekerja diluar. Terkadang tanpa memperhatikan apakah dengan menitipkan anak mampu menggantikan peran orang tua kandung yang terkadang tingkah laku si anak menguji kesabaran, sehingga dengan mudah mengambil tindakan keji jika bukan anak kandung sendiri.

Semua ini akibat dari sistem Kapitalisme. Kapitalisme menciptakan masyarakat yang individualis. Bergelimang harta adalah tujuan bagi masyarakat Kapitalis. Sehingga sikap untuk peduli dan rasa simpatik semakin memudar dalam kehidupan bermasyarakat. Bahkan bisa memperlakukan manusia secara tidak manusiawi. Seperti kasus yang menimpa 2 bocah Tanjung Uncang trsebut.

Islam telah menjelaskan perihal tanggung jawab yang sesuai dengn fitrah manusia.

Rosululloh bersabda:
“Kamu sekalian adalah pemimpin dan kamu akan ditanya tentang kepemimpinanmu. Imam adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Orang laki-laki (suami) adalah pemimpin dalam keluarganya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Isteri adalah pemimpin dalam rumah tangga suaminya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Pelayan adalah pemimpin dalam menjaga harta tuannya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Dan masing-masing dari kamu sekalian adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya.” [HR Bukhari juz 1, hal. 215]”

Kemudian pada QS At Tahrim ayat 6 Firman Allah:
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, tidak mendurhakai (perintah) Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Ayat dan hadis diatas menjelaskan bagaimana Islam mengatur tanggung jawab atas peran masing-masing. Baik dia berperan sebagai suami, istri dan anak, semua diberikan tanggung jawab sesuai dengan porsinya. Islam mengatur tanggung jawab orang tua terhadap anak tak hanya seputar bagimana memporoleh materi dunia saja, tapi org tua juga harus bertanggung jawab atas akhirat anak-anaknya kelak. Jika aturan-aturan itu kita ingkari, tentulah kita mendapatkan mudharat didunia dan siksa di akhirat.

Tuntutan zaman menjadi alasan bagi masyarkat modern ala Kapitalis tuk berpaling dari ketaatan pada aturan Islam kaffah. Faham kapitalis inipun mampu mengikis keyakinan umat terhadap Allah sang pemberi rezeki sekaligus mengatur segalanya.

Tidakkah hati kita merasa iba terhadap anak-anak kita, yang sesungguhnya mengharapkan belaian kasih sayang dari org tuanya,bukan dari org lain. Namun nafsu duniawi kita sebagai orang tua mampu mematikan naluri kita yang tak lagi sesuai dengan fitrahnya. Maka wajarlah kiranya jika anak-anak saat ini juga berlaku kurang baik kepada org tuanya, karena boleh jadi ketika dia kecil org tuanya juga tak memberikan perhatian yang baik kepadanya.

Kita tak ingin kasus kekerasan dan penelantaran terhadap anak dibawah umur terus terjadi. sudah selayaknya penguasa mengambil peran dalam menuntaskan masalah ini. Masyarakat membutuhkan perisai tuk menjaganya serta menaunginya.

Maka, butuh peran penguasa yang berpihakang terhadap aturan Islam secara sempurna yang pondasinya adalah iman kepada Allah dan tujuannya adalah menggapai ridho Allah semata. Jika ridho Allah yang kita tuju, maka mustahil bagi orang tua tega menelantarkan anaknya dan mustahil juga seseorang berbuat keji kepada orang lain apa lagi kepada anak dibawah umur.

Mari selamatkan bibit-bibit bangsa ini dan bebaskan para orang tua dari penghambaan kepada harta dunia dengan cara menerapkan syari’at islam secara keseluruhan dibumi pertiwi ini. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here