Kekurangan Guru di Kepri Sudah Darurat

0
1141
BERSAMA GURU: Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang Ade Angga dan anggota Komisi I DPRD Tanjungpinang Simon Awantoko bersama guru-guru SDN 013 Tanjungpinang Kota saat berkunjung ke sekolah itu, belum lama ini.F-martunas/tanjungpinang pos

Ditopang Honorer, PNS Banyak Pensiun

TANJUNGPINANG – Kekurangan guru di Kepri sudah dianggap darurat. Kini, banyak sekolah yang ditopang guru honorer. Sedangkan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS), banyak yang sudah pensiun dan memasuki masa pensiun.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Kepri Dadang AG mengatakan, rata-rata sekolah negeri sekarang menjalankan proses belajar mengajar dibantu para guru honor.

Karena itu, ia juga mengucapkan terimakasih kepada guru honor karena sudah menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk membangun pendidikan di Kepri.

PGRI sendiri, kata dia, saat rapat se-nasional, tetap mengangkat isu guru honor agar diangkat menjadi PNS. Bahkan, kepada Menteri Pendidikan dan Menteri Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (MenpanRB) sudah disampaikan agar ada penerimaan guru PNS dan pengangkatan guru honor menjadi PNS.

Baca Juga :  SMKN 1 Siap Gelar Ujian Sekolah

Kekurangan guru, kata dia, sebenarnya tidak hanya terjadi di Kepri. Banyak daerah di Indonesia yang mengalami kekurangan guru. Karena itu, tahun 2018 PGRI sudah menyampaikan ke MenpanRB agar membuka penerimaan guru CPNS.

Ia menegaskan, apabila kementerian menyebutkan jumlah guru masih mencukupi, maka itu salah besar. Yang mengelola pendidikan adalah para guru, sehingga jelas-jelas diketahui betapa banyaknya guru yang kurang.

Kekurangan guru di Kepri, ujar Dadang, sebagian karena pindah, pensiun dan lainnya. Di Kepri, jumlah guru yang diangkat puluhan tahun silam akan memasuki pensiun.

Tahun 2017, 2018 berlanjut ke 2021 nanti, banyak guru yang pensiun. Jika tidak diterima guru tahun depan, maka banyak sekolah kekosongan guru.

Kemudian, pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) terus dilakukan setiap tahun di Kepri. Namun, tidak ada penambahan guru. Guru yang ada sebagian dipindahkan ke sekolah yang baru dan mengurangi jumlah guru di sekolah yang sudah ada.

Baca Juga :  Siswa Perlu Arahan dari Pejabat

Karena itu, ia juga meminta semua daerah di Kepri agar sama-sama meminta ke Menpan RB untuk menerima guru CPNS tahun depan. Sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, dirinya juga sudah mengusulkan kuota guru tahun depan.

”Kalau kita di Tanjungpinang, usulan melalui Pemko. Sudah kita minta. Mudah-mudahan tahun depan ada penerimaan. Kalau tidak, Kepri darurat kekurangan guru,” jelasnya baru-baru ini kepada Tanjungpinang Pos.

Dadang menambahkan, dalam setiap kali pertemuan PGRI di Kepri dan nasional, isu kekurangan guru selalu dibahas dan permintaan dari bawah cukup banyak agar Menpan RB didesak membuka penerimaan guru.

Baca Juga :  Anggaran Beasiswa Rp 1 Miliar

Ratusan 295 Ribu Guru Pensiun
Kesempatan para guru honorer agar bisa menjadi PNS harusnya terbuka lebar. Sebab, kurun waktu 2017-2021, bakal terjadi gelombang pensiun guru PNS dalam jumlah besar.

Data dari Kementerian Pendidikan menyebutkan, total guru yang pensiun mencapai 295 ribu orang lebih selama empat tahun itu. Untuk mencari solusi pengisian kekosongan guru PNS itu, Kemendikbud segera berkoordinasi lintas kementerian. Diantaranya dengan Kementerian PAN-RB, Kemendagri, Kemenkeu, dan Kemenag.

Mendapat informasi tersebut, Persatuan Guru Honor (PGH) sejumlah daerah pun akan mengawal kekosongan tersebut. Bahkan, menekankan agar guru honor kategori II diprioritaskan pemerintah untuk diangkat jadi PNS. (mas/net)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here