Kelabui Petugas, Nelayan Vietnam Pakai Bendera Indonesia

0
644
Kapal pencuri ikan di laut Natuna diamankan Polair dan dibawa ke Pelabuhan Batuampar, Senin (19/3).f-martua/tanjungpinang pos

BATAM – Nelayan Vietnam berusaha mengelabui petugas dengan menggunakan bendera Indonesia saat mencuri ikan di perairan Natuna. Untungnya petugas dari Polair Polda Kepri yang melihat kapal-kapal itu tidak mudah percaya begitu saja. Mereka tetap mengecek dokumennya. Setelah dicek, diketahui bahwa mereka warga Vietnam yang mencuri ikan di perairan Natuna. Selanjutnya, kapal-kapal ini ditarik ke Pelabuhan Batuampar, Batam.

Kabid Humas Polda Kepri, Erlangga yang dikonfirmasi wartawan, Senin (19/3) membenarkan tangkapan itu. Namun dia enggan menjelaskan lebih jauh karena masih dalam proses pendalaman. ”Iya benar. Tapi masih diperiksa,” kata Erlangga singkat.

Sebagaimana yang diterima wartawan dari sumber yang terlibat dalam pengungkapan pencurian ikan itu menjelaskan, penangkapan dilakukan, Jumat (15/3) hingga dini hari besoknya.

Penangkapan dilakukan Kapal Patroli (KP) Baladewa 8002 saat patroli di Perairan Natuna Utara. Melihat dua kapal ikan berbendera Indonesia dan dua tanpa bendera, aparat mengecek kapal-kapal itu.

Baca Juga :  Ekonomi Kepri Mulai Sehat

Namun saat dicek, dua kapal nelayan tanpa bendera itu merupakan kapal nelayan yang mencuri ikan di laut Natuna. Kemudian, saat kapal nelayan berbendera Indonesia dicek, ditemukan fakta lain. Kapal tanpa dokumen itu berisi nelayan-nelayan Vietnam. Kapal-kapal ikan asing itu kemudian diamankan dan dibawa ke Batam.

Saat berita ini dibuat, kapal-kapal itu kini sudah bersandar di Pelabuhan Batuampar. Sementara para Anak Buah Kapal (ABK) kini dalam proses pemeriksaan. Namun data yang diterima wartawan dari sumber terpercaya, kapal yang diamankan diantaranya berlambung BV 5480 TS/Sima 050. Kapal ini ditangkap sekitar pukul 17.50 WIB di koordinat, 05.48.510 ‘U – 105.58.497 T.

Baca Juga :  Polres Amankan Mikol Satu Kontainer

”Jumlah ABK delapan orang. Nama nakhodanya, Tran Anh Tuan, WN Vietnam dengan bendera kapal Indonesia. Kapal bermuatan ikan tanpa dokumen,” jelas sumber tadi.

Kapal kedua, KG 90592 TS/Sima – 053, diamankan pukul 00.27 WIB di koordinat 06.10.190′ U – 106.17.702’ T. Diamankan tiga orang ABK dengan nakhoda, Nguyen Van Hoang, warga negara Vietnam. Kapal tanpa dokumen itu berbendera Indonesia dan bermuatan ikan.

Sementara kapal ketiga, Kg 95337 TS / 054 diamankan sekitar pukul 00.40 WIB di koordinat 06.15.356’U – 106.15.776’T, dengan 18 orang ABK. Pada kapal yang semua ABK berwarga negara Vietnam dengan nakhoda, Le ngoc Bach diamankan bersama ikan tangkapan mereka.

Demikian dengan kapal KG 95366 yang diamankan sekitar pukul 02.50 WIB di titik koordinat 06.11.389 N – 106.09.528 E. Kapal tanpa bendera itu bermuatan ikan dengan jumlah ABK, empat orang. Kapal itu dinakhodai Tran Van Thai.

Baca Juga :  GOR dan Kolam Renang Belum Dibangun

Kapal-kapal yang diamankan berikut nakhoda dan ABK yang diamankan ke Pelabuhan Batu Ampar. Mereka terancam hukuman karena melanggar pasal 35A ayat 2 dan Pasal 92 UU No.31 tahun 2004 tentang Perikanan sub pasal 93 ayat 2 dan 4 jo pasal 98 dan pasal 69 ayat 4 UU No.45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU No.31 tahun 2004 tentang Perikanan.

Langkah pemerintah Indonesia yang menangkap hingga menenggelamkan kapal pencuri ikan di perairan Indonesia sepertinya tidak membuat jera para pelaku. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here