Kelapa Dianggap Kurang Bernilai

0
71
para pekerja kopra di Kecamatan Midai saat mengepak hasil kopra untuk dijual. f-dokumen/tanjungpinang pos

Komoditas buah kelapa di Natuna, hingga kini masih dianggap kurang bernilai dari segi ekonomi. Padahal, buah kepala yang tumbuh hijau dan subur dapat menjadi penghasilan bagi daerah dan masyarakat dan Natuna pernah berjaya secara ekonomi karena kelapa.

NATUNA – Namun, pada kenyataannya komoditi ini belum terlalu dilirik. Pada sejarahnya, di awal kemerdekaan Indonesia, kelapa di Natuna mengalami masa kejayaan. Sebab, di masa itu kelapa dijual ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Komoditi ini dijual dalam bentuk kopra dan kelapa biasa dan dengan ini banyak orang Natuna menjadi kaya dan mendaptkan peluang kerja.

Kelapa di Natuna menjadi tanaman khas hingga sekarang, dan keberadaanya mudah ditemukan karena tumbuhan besar dan kuat di kota, desa, pelosok dan perkebunan.

”Kelapanya subur, banyak dan indah. Tapi harganya turun drastis. Harga kopra cuma Rp4 ribu untuk satu kilogramnya, kalau tiga tahun sebelumnya masih bisa dijual di kisaran harga Rp7 ribu sampai 10 ribu,” kata Mursi, seorang pekebun kelapa Bunguruan Timur Laut di Ranai, kemarin.

Pemerintah Daerah menyadari betul keadaan itu, mereka tengah berupaya mengembangkan komidoti ini secara berkesinambungan dari hulu dan hilirnya.

”Pelan-pelan potensi kelapa kita kembangkan, agar bisa jaya seperti sediakala,” kata Kadisprindag Kabupaten Natuna, Helmi Wahyuda di tempat kerjanya beberapa waktu lalu kepada media.

Kegiatan ini dikembangkan, melalui pengembangan perkebunan kelapa.

Setiap tahun pemerintah rutin, mengadakan bibit kelapa untuk masyarakat melalui Dinas Pertanian dan Peternakan.

”Semua jenis tanaman yang berpotensi kita kembangkan termasuk kelapa. Tahun ini bibit kelapa kita distribusikan ke wilayah Kecamatan Bunguran Selatan. Tahun sebelumnya di Bunguran Barat dan Bunguran Utara,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Fauzan Tambusai.

Kelapa juga diyakini berpotensi, sebagai salah satu unsur pariwisata. Sebab, keindahannya bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal dan mancanegara.

”Kita mendorong terciptanya agro wisata. Ini juga jadi segmen wista kita ke depannya,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Natuba, Erson Gempa Afriandi.

Investasi mulai digaet, untuk mengembangkan kelapa dan pemerintah rajin melobi pengusaha untuk menanamkan modalnya di bidang pengembangan kelapa.

”Kita sudah dapat satu investor untuk mengembangkan kelapa. Ia tertarik karena dia tahu sejarah Natuna yang dulu pernah berjaya dengan kelapa. Kami satu visi dan misi dengan investor ini, mudah-mudahan dengannya kelapa kita di Natuna bisa berjaya seperti semula,” ujar Bupati Natuna, Hamid Rizal. (HARDIANYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here