Kemajuan Pariwisata Butuh Sarana

0
211
WARGA beramai-ramai saat menyaksikan kegiatan Festival Pulau Senoa. F-ISTIMEWA

Meski terbilang sukses dan meriah, namun ternyata pelaksanaan Festival Pulau Senoa 2018 di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih menyisakan banyak cerita miris dikalangan masyarakat.

NATUNA – Betapa tidak, event akbar yang digelar oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Natuna dan Dispar Provinsi Kepri itu, dinilai masih belum memberikan pelayanan memuaskan bagi para pengunjung.

Pasalnya, event tahunan yang mampu menyedot ribuan pengunjung tersebut tidak dilengkapi dengan sarana mandi cuci kakus (MCK) yang layak. Sehingga, banyak para pengunjung yang mengaku kesulitan saat akan buang hajat.

Demikian dikatakan oleh Ariyanto (30), salah seorang pengunjung asal Kota Ranai yang ditemui media ini di Pulau Senua pada Minggu (24/6) kemarin. Pria asli Natuna itu menyebutkan, bahwa sarana MCK yang tersedia di Pulau Senua sangat minim.

”Ketika anggota keluarga saya mau buang air, ternyata didalam WC nggak ada airnya. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang cepat. Nggak mungkin dia buang air besar disemak-semak, sementara orang ramai,” keluh Ariyanto.

Selain tidak tersedia air bersih di ruang WC, juga tidak tersedia gayung dan ember untuk mengambil air dari tempat bilas. ”Nggak bisa untuk buang air besar, nggak ada airnya,” ujar Ariyanto, saat ditemui di Pulau Senua.

Selain tidak tersedia air dan gayung, kata Ari, aroma tidak menyedapkan juga sangat menyengat. Sehingga, sangat tidak memberikan kenyamanan bagi setiap pengunjung yang ingin menggunakan sarana MCK tersebut.

Ariyanto serta para pengunjung lainnya, berharap kepada pihak terkait maupun pengelola agar membangun sarana MCK yang layak dan memadai. Karena MCK merupakan sarana vital yang sangat diperlukan di setiap tempat rekreasi atau objek wisata, seperti Pulau Senua yang saat ini tengah dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan Kabupaten Natuna.

Sementara itu Kepala Dispar Provinsi Kepri, Boeralimar menjelaskan, bahwa saat ini Pemerintah baik di Pusat maupun di Daerah, tidak bisa membangun sarana umum fisik dikawasan pulau yang menyerupai wanita hamil tersebut.

Pasalnya, salah satu pulau terluar Indonesia yang berada di Kabupaten Natuna itu, status lahannya belum dibebaskan oleh pemerintah daerah. ”Kalau status lahannya sudah dibebaskan, baru kita bisa masukkan pembangunan fisiknya. Saat ini kita belum bisa bangun apa-apa di Pulau Senua, kalau kita bangun nanti temuan,” terang Buralimar kepada sejumlah awak media. (HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here