Kemana Setelah SMA/SMK?

0
888

Oleh: Doni Aris Wibowo, MA
Guru SMP Negeri 20 Satu Atap Pulau Pucung Bintan

Di bulan April ini, Ujian Nasional bagi siswa-siswi SMA dan SMK akan dilaksanakan. Setelah melalui tahapan ujian yang sangat panjang dan melelahkan, siswa-siswi SMA dan SMKakan menerima pengumuman kelulusan. Banyak yang menganggap bahwa lulus dari SMA/SMK adalah segalanya.

Setelah 12 tahun lamanya kita selalu diatur-atur soal jam dan mata pelajaran, kini saatnya kita memiliki kuasa penuh atas apa dan bagaimana kita melanjutkan masa depan sendiri.

Akibatnya banyak yangg terlena dengan euphoria kelulusan ini. Ada yang mencorat-coret bajunya. Ada yang pawai keliling kota, dan banyak cara yang lain untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa dirinya sudah lulus dari SMA, justru sebaliknya lulus dari SMA adalah sebuah langkah awal masuk ke persaingan yang sebenarnya.

Tetapi semua euphoria itu tidak berlangsung lama, karena setelah itu masuk masa-masa kebingungan, mau kemana setelah lulus SMA/SMK? Ketika masih SMA/SMK. Hal ini mungkin belum terpikirkan dengan jelas, karena masih terfokus untuk belajar materi-materi pelajaran di sekolah dan juga tuntutan harus mencapai nilai tertentu agar dapat lulus Ujian Akhir Nasional.

Sekarang setelah lulus, pertanyaan-pertanyaan itu semakin bergema dalam pikiran. Lulus SMA/SMK sebenarnya adalah fase awal dimana kita sudah dianggap mampu untuk menentukan pilihan hidup kita sendiri. Pertanyaannya adalah pilihan apa saja yang tersedia bagi kita setelah lulus SMA/SMK? Pertama bisa Kuliah. Kuliah adalah pilihan paling logis.

Akan tetapi data menyatakan bahwa hanyasekitar 10% siswa SMA/SMK yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Artinya jika satu kelas ada 40 siswa maka hanya 4 orang saja yang akan kuliah. Bagi yang akan kuliah, setidaknya ada 4 hal yang perlu diperhatikan. Yang pertama adalah minat dan bakat. Jangan memilih jurusan karena teman kita memilih jurusan tersebut, apalagi tidak sesuai dengan minat dan bakat kita. Di tengah jalan kita akan menyesal karena telah salah jurusan.

Berikutnya adalah seberapa serius niat kita untuk kuliah. Kedengarannya sepele, tapi banyak mahasiswa menjadi mahasiswa abadi karena banyaknya godaan di tengah jalan hingga mereka tidak fokus bahkan Drop Out karena melebihi masa studinya.

Hal lain adalah soal jarak. Sebagian besar perguruan tinggi favorit ada di pulau Jawa atau Sumatra, itu artinya kita harus siap untuk jauh dari orangtua. Kita dituntut untuk mampu hidup mandiri karena orangtua sudah jauh untuk dimintai pertolongan.

Yang terakhir adalah soal biaya. Berapa banyak biaya yang sanggup di keluarkan oleh orangtua kita juga menentukan ke perguruan tinggi mana kita berada. Namun, jangan terlalu khawatir, karena sekarang sudah banyak beasiswa yang bisa membantu sepanjang kita memenuhi syarat.

Selain itu pilihan kedua adalah bekerja. Langsung bekerja setelah kuliah juga menjadi pilihan para lulusan SMA/SMK. Untuk yang berasal dari SMK biasanya sudah siap menghadapi hal ini, lulusan SMK memang sudah dipersiapkan untuk hal ini, tetapi untuk yang SMA harus mempersiapkan diri untuk mengambil pilihan ini.

Meskipun tidak menawarkan posisi yang strategis (dan tentu saja gaji lebih kecil), tapi ada saja perusahaan yang masih membutuhkan tenaga lulusan SMA/SMK. Berwira swasta juga patut untuk dicoba. Asal punya modal dan pandai melihat prospek bisnis yang ada. Kalau kita punya satu keahlian yang mantap seperti melukis, motret atau bermain musik. Kita bisa langsung menekuni hal tersebut dengan profesional.

Pilihan ketiga bisa berupa Nikah. Di beberapa daerah di Indonesia, masih sering kita jumpai bahwa anak-anak perempuan tamat SMA/SMK hanya menunggu ‘dilamar’. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepri 2016 mencatat ada 69.075 anak perempuan (usia masih bawah umur) terpaksa menikah dini karena berbagai faktor. Kita harus memikirkan dengan matang apabila kita mau mengambil pilihan ini.

Perlu diingat bahwa menikah di usia terlalu muda bukanlah pilihan yang bijaksana, karena menikah menuntut kematangan emosi, sosial, psikologis mengingat tanggungjawab yang akan dipikul sebagai individu yang menikah juga akan besar sekali. Menikah setelah lulus SMA/SMK berarti harus siap mengorbankan masa muda bersama teman-teman untuk keluarga. Bagi yang laki-laki kita harus memikirkan cara menafkahi anak istri nanti, dan bagi yang perempuan harus siap-siap mengurus anak dan suami. Pilihan keempat adalah.

Sebenarnya pilihan yang terakhir ini tidak dapat dianggap sebagai sebuah pilihan. Pilihan ini diambil karena terpaksa, biasanya alasannya karena tidak mendapat kuliah yang sesuai keinginan, ada juga karena masalah biaya, dan banyak faktor lain. Agar menganggur tidak menjadi momok yang menyeramkan atau memalukan ada baiknya kita mengisi waktu menganggur kita dengan hal-hal yang produktif.

Bagi yang ingin melanjutkan kuliah di perguruan tinggi favorit bisa mengikuti bimbingan belajar intensif. Fakta menyebutkan bahwa kebanyakan pelamar ujian perguruan tinggi hanya belajar keras selama satu-dua bulan menjelang ujian. Jadi, dengan mengikuti bimbingan belajar kita bisa lebih mempersiapkan diri agar bisa di terima nanti. Kursus juga bisa menjadi pilihan bijaksana bila kita memang bertujuan untuk bekerja.

Pilihlah kursus yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang akan kita ambil nanti. Sekarang sudah tersedia banyak tempat-tempat kursus dan banyak juga yang menjamin lulusannya langsung bekerja atau minimal siap kerja. Bagaimana? Sudahkah memutuskan setelah ini mau kemana?

Lulus SMA/SMK adalah salah satu langkah kecil dalam kehidupan kita. Perjalanan masih panjang, milikilah harapan dan cita-cita yang tinggi, dan selalu berupaya mewujudkan setiap impian kita.

Optimalkan diri setiap hari, berbuat baiklah setiap hari, yakinlah semua impian itu akan menjadi kenyataan entah kapan tapi pasti. Apapun pilihan kita, Sebelum memilih langkah, cobalah berdiskusi dengan orang terdekat, khususnya keluarga. Dengan begitu, kita akan mantap melangkahkan kaki. Selamat lulus SMA/SMK. Selamat memulai perjalanan menjadi pribadi yang dewasa. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here