Kemarau Berakhir, Banjir Mengintai

0
84
Salah satu komplek perumahan warga di Tanjungpinang yang tergenang air yang saat turun hujan, beberapa bulan lalu. f-istimewa
Musim kemarau warga dilanda kekeringan, kini sudah memasuki musim hujan. Warga Tanjungpinang kini malah was-was dilanda kebanjiran.

TANJUNGPINANG – Banjir masih menjadi momok, terutama di kawasannya yang menjadi langganan banjir saat hujan turun. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Tanjungpinang memprediksikan, curah hujan mulai tinggi mulai terjadi April ini.

Sebelumnya, beberapa bulan Tanjungpinang dilanda kekeringan karena kemarau. Tahun 2018 lalu, banjir pernah menggenangi pemukiman warga. Kalau turun hujan deras, banjir mengepung Tanjungpinang. Sebelumnya, sejumlah rumah toko (ruko) di pinggir jalan raya juga terendam air.

Beberapa komplek perumahan juga dilanda banjir. Titik banjir di Tanjungpinang dari tahun ke tahun terus bertambah. Seperti Jalan Pemuda misalnya, meskipun sudah di revitalisasi drainasenya dengan anggaran menelan biaya Rp7,99 miliar tetap saja banjir, namun tidak separah sebelum direvitalisasi. Persoalan banjir menurut masyarakat sudah terjadi lama, jadi Pemko harus memiliki perencanaan yang matang menyelesaikan.

Lili salah satu warga Jalan Tambak mengatakan saat hujan mengguyur Tanjungpinang kawasan ruko yang menjadi tempat usahanya pasti tergenang.

Dituturkannya, persoalan ini sudah dikeluhkan sejak lima tahun terakhir namun sampai sekarang belum selesai.

”Saya berharap pemerintah bisa menyelesaikan persoalan banjir,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, belum lama ini.

Menurutnya, persoalan banjir sudah menjadi momok bagi warga. Kendaraan sulit melintas dan yang paling menyedihkan harus membersihkan ruko setiap kali hujan turun.

Hal senada disampaikan Eva. Ia mengeluhkan jalan raya yang selalu tergenang saat hujan turun.

Ia menuturkan, hal ini sangat merugikan. Ia berharap pemerintah di masa kepemimpinan H Syahrul-Hj Rahma bisa menyelesaikan.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang, Ade Angga juga menuturkan, persoalan banjir menjadi salah satu yang dikeluhkan warga.

Ia meminta, di masa pemerintahan sekarang persoalan banjir menjadi salah satu fokus yang naus diselesaikan.

Dituturkannya, ada beberapa kawasan yang menjadi skala prioritas di luar kawasan lain yang dapat diselesaikan secara bertahap.

Empat titik itu menurutnya bisa diselesaikan dengan perencanaan yang matang. Terkait anggaran bisa meminta bantuan ke pusat melalui satker. Untuk merealisasikan ini, Pemko harus menyelesaikan beberapa tahapan. Diantaranya memastikan ada lahan dan memiliki perencanaan.

”Pusat bisa membantu terkait pekerjaan penangananya, asalkan sudah tersedia lahan dan DED penangganan banjir dulu,” ucapnya.

Ade mencotohkan persoalan banjir di kawasan Sulaiman Abdullah butuh pembebasan lahan membuat kolam retensi. Bahkan pihaknya sudah mencoba mengkomunikasikan dan sudah menemukan beberapa pilihan lahan.

”Pemko sediakan anggaran pembebasan lahan dulu, pekerjaan nantinya minta bantu satker,” tuturnya.

Begitu juga persoalan banjir di kawasan lain, pemerintah harus memiliki lahan dan perencanaan. Ini lah yang terus di gesa di masa pemerintahan sekarang. ”Sebagai ketua tim pemenangan, saya wajib mengingatkan program kerja dan janji kampanye, salah satunya menyelesaikan banjir,” paparnya.

Menanggapi banjir, Walikota Tanjungpinang H Syahrul meminta masyarakat bersabar. Menurut dia, mengatasi banjir membutuhkan waktu, dan pihaknya sedang berupaya menata kota. ”Penangganan banjir sudah kita anggarkan tahun ini. Juga dibantu oleh Pemprov Kepri dan pemerintah pu sat. Butuh proses untuk mengatasi banjir ini,” katanya.

Dia juga mengingatkan agar masyarakat pun harus berdisiplin menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya dan tidak membuang sampah ke drainase. Ia juga minta agar developer saat membangun perumahaan, juga harus mengikuti aturan yang berlaku. Membuat drainase juga harus sesuai aturan dan ukuran. Pengembang juga diminta untuk menanam penghijauan di perumahaan sesuai aturan yang ada. (DESI – ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here