Kemarau, Warga Sibuk Cari Air Bersih

0
359
WARGA Desa Nyamuk Kecamatan Siantan Timur ketika menampung air minum dari sumber curah hujan yang keluar dari lubang batu tahun lalu. f-istimewa
Musim kemarau yang sedang berlangsung saat ini, mengakibatkan sumber pasokan air mengalami kekeringan. Akibatnya, pasokan air ke masyarakat melalui pipa pun terhenti dan warga mulai mencari sumber air bersih.

ANAMBAS – Sebab, sejumlah sumber air mulai mengalami kekeringan dan pasokan air melalui pipa umum ke rumah warga terhenti.

Sejumlah warga mulai mengangkut air, menggunakan jeriken ke sumber air yang masih ada.

Sumber air yang berada di lahan pasir Merah, yang dimiliki oleh salah seorang warga Desa Tarempa Barat masih tersedia airnya.

Kini warga meminta air ke rumah warga tersebut, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

”Beruntung di rumah Pak Kankan ketersedian airnya masih banyak. Kami meminta air kepadanya, dan Pak Kankan juga tak pernah mempersoalkan terkait hal ini,” kata Bujang, ketika mengangkut air dari rumah pak Kankan, Selasa (19/3).

Baca Juga :  Pengurus PKK Diminta Majukan Pariwisata

Dirinya juga tidak menyalahkan pihak manapun terkait persoalan air, sebab ketersedian air saat ini mengalami kekeringan akibat beberapa bulan terakhir tidak hujan.

Ia juga berharap, kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas agar dapat menyediakan air untuk kebutuhan warga.

”Kalau bisa Pemda bisa menyediakan air untuk warga di Tarempa. Maksud saya Pemda bisa mengangkut air, dari desa lain yang sumber airnya banyak seperti di desa Bayat yang diketahui debit air jumlahnya masih banyak,” harap dia.

Kata dia, air adalah sebagai kebutuhan dasar yang paling penting dalam menjalani kehidupan.

Jika tidak musim kemarau, air terus mengalir melalui pipa ke rumah warga.

Diakuinya, hingga saat ini, dirinya belum dipungut biaya apapun mengenai pemakaian air.

”Selama ini masih tidak dipungut biaya pak alias gratis. Bukan saya saja, namun semua rumah belum dibebankan biaya oleh Pemda terkait air yang dialiri ke rumah,” ujar dia.

Baca Juga :  Salahgunakan Anggaran, Kades Bakal Dibui

Sedangkan Bani yang bekerja di Tarempa dan menyewa kamar kos yang terletak di Desa Sri Tanjung mengatakan, bahwa ketersediaan air di rumahnya belum dialami kekurangan air dan untuk melakukan aktivitas seperti mandi dan mencuci masih sangat cukup.

Ia pun heran, kenapa hal itu bisa terjadi dan pemilik kamar sewa selalu mengisi tempat air yang tersedia di kamar mandi.

”Kami masih belum merasakan kekeringan air. Masih bisa mandi dan mencuci. Sumber air yang dimiliki pemilik kamar kos saya, masih cukup dan kami tidak tahu dari mana didapatkannya,” sebut dia.

Tahun 2018 lalu, masyarakat di Desa Nyamuk Kecamatan Siantan Timur masih menikmati air bersih yang bersumber dari curah hujan.

Ketika musim kemarau, warga pun terpaksa merogoh koceknya untuk membeli air bersih yang dijual.

Baca Juga :  SK Tarif Transportasi Dalam Proses

Bahkan, warga menampung air dari lubang batu yang dialiri menggunakan sepotong pipa dengan mata air yang kecil.

Belum lagi, masyarakat suku laut di Desa Mengkait Kecamatan Siantan membutuh pasokan listrik dan air. Sebab, perangkat energi listrik tenaga surya telah lama rusak.

Diketahui, mereka selama ini untuk mendapatkan air bersih harus menempuh jalur laut dengan menggunakan pompong untuk memperoleh air yang berada di Pulau Temiang.

Sumber air di kampung mereka sulit didapatkan, sumur air yang ada terasa payau.

”Untuk air bersih kita ambil di Pulau Temiang yang terletak didepan Desa Mengkait dengan menggunakan kapal pompong menuju ke sana itu,” jelas dia lagi.(INDRA GUNAWAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here