Kembali, 138 TKI Ilegal Kembali di Deportasi

0
36
Petugas Imigrasi Tanjungpinang saat mengecek paspor TKI yang dipulangkan dari Malaysia, di Pelabuhan Sribintan Pura Tanjungpinang, Kamis (13/9). F-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Kembali, sebanyak 138 tenaga kerja Indonesia tiba di Pelabuhan Internasional Sribintan Pura Tanjungpinang, Kamis (13/9), pukul 18.00.

Para pahlawan devisa ini, merupakan TKI yang di pulangkan dari Malaysia ke Indonesia. Mereka adalah para TKI yang masuk ke Malaysia dan bekerja dengan dokumen tidak resmi.

Koordinator Pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) Korban Perdagangan Orang, Kementerian Sosial RI, Pitter M Matakena mengatakan, 138 orang para TKI di deportasi dari Malaysia, terdiri dari 91 laki laki dan perempuan 47.

”Mereka ini dipulangkan, setelah melaksanakan hukuman penjara atau telah habis masa tahanannya,” katanya Jumat (13/9).

Pitter menyebutkan, bahwa para TKI yang dideportasi paling banyak berasal dari Nusa Tengara Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Medan dan Aceh.

”Sebelum di pulang ke daerah masing-masing, seluruh TKI akan ditempatkan di Rumah Penampungan WNI-M KPO Tanjungpinang,” sebutnya.

Lanjutnya, untuk jadwal pemulangan ke daerah asal, pihaknya belum mengetahui kapan 138 TKI bisa dipulangkan. Karena, ia harus menunggu perintah dan jadwal dari Jakarta.

”Kita menunggu arahan dari Jakarta, pemulangan juga menggunakan biaya,” jelasnya.

Menurutnya, 138 TKI ini dipulangkan melalui KJRI Johor dengan menggunakan biaya sendiri. Setelah di proses disana baru bisa mereka di pulangkan ke Indonesia. Dia menjelaskan, maksud deportasi mandiri adalah para TKI pulang menggunakan dana sendiri yang difasiltasi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).

”Tanjungpinang salah satu embarkasi TKI dari Malaysia. Tak heran banyak TKI dipulangkan melalui Tanjungpinang. Mereka mengunakan feri Gembira 3,” tuturnya.

Pitter menjelaskan, pelanggaran yang dilakukan mereka diantaranya paspor dan masa tinggal di Malaysia. Kalau paspor pelanggarannya seperti paspor pelancong digunakan untuk bekerja.

Sedangkan massa tinggal misalnya diberikan 30 hari namun mereka tinggal di sana selama tiga bulan. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here