Kembalikan Kota Industri Batam

0
149
Mantan Presiden RI yang juga mantan Ketua OB, Prof Dr BJ Habibie didampingi Kepala BP Batam, Edy Putra Irawadi, saat meninjau proyek Pollux Habibie di Batam Centre, Batam, Senin (29/4) kemarin. f-martua/tanjungpinang pos

Mantan Presiden Habibie Niat Pindahkan Industri Pesawat

Mantan Presiden RI, Prof Dr BJ Habibie yang juga mantan Ketua Otorita Batam (OB/BP) mengatakan, Batam harus dikembalikan seperti rencana awal dibangun yakni sebagai kota industri.

BATAM – HABIBIE juga mengungkapkan rencananya menjadikan Batam sebagai basis industri pesawat. Sehingga keberadaan Batam menjadi unggulan Indonesia untuk menyaingi Singapura.

Hal itu diungkapkan Habibie, Senin (29/4) di Batam saat meninjau proyek Meisterstadt Pollux Habibie di Batam Centre.

Hadir pada kesempatan itu, Pj Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Edy Putra Irawadi. ”Saya mau pindahkan kesini pusat pembangunan pesawat. Batam harus back to basic,” tegas Habibie.

Rencana Habibie itu disampaikan, dengan tujuan menjadikan Batam sebagai pusat pembangunan pesawat di Indonesia.

Dia optimis, rencana itu akan berjalan dan mendapat sokongan negara lain sebagai konsumen. Alasannya, negara lain, seperti Eropa dan Amerika Serikat butuh mitra juga.

”Karena kalau Anda buat pesawat, hanya 40 persen yang dibuat perusahaannya, 60 persen dibuat company. Ini peluang Batam. Tapi harus di tempat yang nyaman,” sambung Habibie.

Indonesia dan Batam dinilai mampu untuk itu. Perusahaan di bidang pesawat dinilai bisa bekerjasama dengan Boing dan Airbus.

”Kita mampu. Kita perkuat di pesawat. Ini juga untuk membantu (negara). Karena kalau kita impor pesawat terus, bayarnya harus sesuai mata uang yang mereka hendaki. Bayarnya kalau dengan sawit, itu berapa banyak? ujarnya.

Karena itu, Batam diminta untuk kembali ke visi awal untuk industri. ”Batam sebagai ujung tombak, harus back to basic,” ulangnya.

Dengan penguatan pembangunan industri di Batam, diharapkan dapat mendorong terciptanya lapangan kerja. Karena itu juga maka Habibie mengaku hadir di Batam, terkait dengan rencana pengembangan industri penerbangan di Batam.

”Saya sampaikan, saya datang karena putuskan industri penerbangan dipusatkan di Batam. Tapi masyarakat harus diikutsertakan dalam pembangunan industri ini,” tegas dia.

Presiden Indonesia ketiga itu direncanakan berada di Batam, mulai, Minggu (28/4) hingga Selasa (30/4) hari ini.

Tujuan kedatangannya adalah meresmikan menara keempat atau menara final dari proyek apartemen Meisterstadt Habibie Mega Superblock.

Proyek Meisterstadht senilai Rp15 triliun itu dikembangkan oleh PT Pollux Properti Indonesia. Tbk yang bekerja sama dengan keluarga besar Habibie.

Meisterstadt Batam dikembangkan dengan mengacu pada konsep kemajuan kota berstandar Jerman. Hal ini dapat dilihat pada komposisi bangunannya yang saling terintegrasi dengan beberapa proyek properti khususnya perkantoran dan rumah sakit.(MARTUA BUTAR BUTAR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here