Kembalikan Pelajaran Pancasila

0
110
WAKIL Gubernur Kepri H Isdianto memberi motivasi kepada siswa SMA agar lebih giat belajar menjelang UN April nanti. f-istimewa/humas pemprov kepri

Mulai Sekolah hingga Perguruan Tinggi

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BIPP) RI mendorong agar pemerintah mengembalikan mata pelajaran Pancasila mulai dari bangu sekolah hingga perguruan tinggi.

BATAM -TAPI, materi pelajaran Pancasila untuk mahasiswa atau Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dikemas dalam konteks kekinian.

Hal itu disampaikan anggota Satuan Tugas Khusus BPIP Benny Susetyo, Selasa (19/3) di Batam. Selain Benny, tampil juga anggota Komisi II DPR RI, Dwi Ria Latifa.

Kegiatan itu digelar untuk mensosialisasikan pentingnya meningkatkan pengamalan Pancasila di Batam sekaligus menyosialisasikan pentingnya mata pelajaran Pancasila kembali masuk sekolah.

”Pendidikan Pancasila minta dikembalikan. Pemerintah perlu memikirkan ini. Perlu diberikan pendidikan ini mulai anak usia dini, PAUD hingga mahasiswa,” katanya.

Namun diingatkan, materi dikemas dalam konteks kekinian sesuai perkembangan zaman. Sehingga tidak membosankan. Saat ini, perguruan tinggi sudah ada yang mengembalikan pendidikan Pancasila sebagai mata kuliah di kampusnya. Hanya saja, sifatnya pilihan dan belum wajib.

”Ada perguruan tinggi, seperti UGM, sudah menjalankan Pancasila sebagai materi pendidikan. Tapi belum wajib. Ini bisa jadi model di berbagi daerah,” imbaunya.

Selain mata pelajaran atau pendidikan, Benny mendorong agar televisi seperti TVRI, menayangkan film-film keluarga yang memberikan pembelajaran, sejalan Pancasila. Hal ini bisa dilakukan agar pembelajaran soal Pancasila, tidak membosankan.

”Jadi sesuai konteks kekinian seperti film-film keluarga, mungkin mulai dari TVRI. Seperti film Cemara. Itu film keluarga. Ini pendidikan untuk keluarga memahami lebih memahami,” sambungnya.

Kata dia, usulan itu sudah mereka sampaikan ke pemerintah pusat. Dan pemerintah daerah juga diharapkan bersiap untuk bisa memasukkan dalam pendidikan lokal.

Hal yang sama akan mereka sampaikan di daerah-daerah lain. 153 daerah akan mereka sambangi untuk menyosialisasikan tentang mata pelajaran Pancasila ini. ”BPIP mendorong untuk meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan masyarakat di tengah gempuran arus informasi yang begitu pesat,” beber dia.

Dalam setiap sosialisasi, pihaknya mengajak masyarakat untuk memahami semangat Pancasila, dan menyikapi fenomena di masyarakat dengan semangat Pancasila. Sehingga isu-isu yang beredar, tidak menimbulkan perpecahan. Namun untuk menghasilkan kebersamaan di tengah masyarakat.

”Seperti pepatah dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Itu adalah bentuk pengamalan Pancasila di masyarakat kita,” imbuhnya mengakhiri.

Anggota Komisi II DPR RI, Dwi Ria Latifa mengatakan, mereka turun membantu sosialisasi Pancasil karena bagian tugas mereka membantu mendorong masyarakat, mengamalkan Pancasila.

Sekaligus mengingatkan masyarakat juga untuk mencerna arus informasi, dengan mempelajari dulu untuk menangkal berita yang tidak benar.

”Kita saling mengingatkan bagaimana masyarakat bersikap dalam menilai berbagai fenomena yang ada,” imbuhnya.

BPIP adalah lembaga yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden yang memiliki tugas membantu Presiden dalam merumuskan arah kebijakan pembinaan ideologi Pancasila, melaksanakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian pembinaan ideologi Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan.

BPIP juga melaksanakan penyusunan standarisasi pendidikan dan pelatihan, menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan, serta memberikan rekomendasi berdasarkan hasil kajian terhadap kebijakan atau regulasi yang bertentangan dengan Pancasila kepada lembaga tinggi negara, kementerian/lembaga, pemerintahan daerah, organisasi sosial politik, dan komponen masyarakat lainnya.(MARTUA BUTAR BUTAR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here