Kembangkan Energi Terbarukan

0
175
REKTOR UMRAH Tanjungpinang, Prof Syafsir Akhlus (kiri) bersama pihak ITB usai penandatanganan kerja sama di Rapim A, Gedung CCAR ITB, Jalan Tamansari No.64 Bandung, Senin (23/9) lalu. f-istimewa/humas umrah tanjungpinang

UMRAH-ITB Jalin Kerja Sama

Energi terbarukan merupakan sumber daya energi alternatif yang bisa dikembangkan sebagai pengganti energi fosil yang terbatas.

DOMPAK – Dari tiga Sumber Daya Alam (SDA) yang ada, semuanya ada di Kepri. Tinggal mengembangkannya. Karena itulah, Universitas Maritim Raja Ali haji (UMRAH) menjalin kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam pengembangan energi terbarukan di Kepri.

UMRAH dan ITB sepakat menjalin kerja sama dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kesepakatan kerja sama itu dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Rektor UMRAH Tanjungpinang Prof. Dr. Syafsir Akhlus, M.Sc dengan Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA bertempat di Rapim A, Gedung CCAR ITB, Jalan Tamansari No.64 Bandung, Kota Bandung, Senin (23/9) lalu.

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan juga penandatanganan nota kesepahaman antara Fakultas Teknik UMRAH dengan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB tentang kerja sama penelitian dan implementasi penggunaan energi terbarukan untuk aliran listrik bagi daerah yang terisolasi dalam rangka meningkatkan rasio elektrifikasi dan kualitas hidup masyarakat.

Hadir dari pihak Fakultas Teknik UMRAH, Dekan FT UMRAH, Ibnu Kahfi Bachtiar, S.T., M.Sc., serta dari pihak STEI ITB, Dekan STEI ITB, Dr. Ir. Jaka Sembiring, M.Eng.

Rektor UMRAH, Prof Syafsir Akhlus dalam sambutannya mengatakan, pihaknya sangat senang dan berterima kasih kepada ITB atas terselenggaranya kerja sama tersebut.

Ia berharap, dengan adanya kerja sama ini membuat Sumber Daya Manusia (SDM) yang terdapat di Provinsi Kepri dapat berkembang pesat dan kedua belah pihak bisa saling mengembangkan energi terbarukan dan juga di bidang transportasi, khususnya di Kepulauan Riau.

Sebagai universitas yang tergolong baru menyandang status sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN), UMRAH ingin menunjukkan kontribusi bagi Indonesia.

Selain itu, UMRAH juga ingin mendapat pengalaman dari ITB guna merealisasikan pengembangan daerah di Kepulauan Riau.

”Ke depannya, UMRAH tidak hanya ingin menjalin kerja sama hanya dengan STEI ITB saja, melainkan akan bekerjasama dengan fakultas atau sekolah lain yang terdapat di ITB,” ujarnya.

Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Kadarsah dalam hal ini menyambut baik dengan ditandatanganinya nota kesepahaman bersama ini. Karena menurutnya, energi itu sangat penting bagi kehidupan di zaman sekarang.

”Saat ini kita memasuki era industri 4.0 yang mana jika kita hidup tanpa adanya sumber listrik maka tidak akan ada kehidupan seperti saat ini,” ucapnya.

Disampaikan Prof. Kadarsah, Indonesia memiliki tiga SDA utama yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik, mineral, hidrokarbon, dan terbarukan.

SDA mineral dapat berupa batubara, uranium, dll. Sementara SDA hidrokarbon meliputi minyak bumi dan gas, juga SDA terbarukan seperti air, angin, dan matahari.

”Merupakan sebuah anugerah tersendiri karena ketiga SDA tersebut terdapat di Kepulauan Riau,” ujarnya.

Banyak negara asing berkepentingan terhadap sumber daya alam yang dimiliki Indonesia, khususnya mineral dan hidrokarbon, tetapi sumber daya alam terbarukan tidak dapat dimanfaatkan pihak asing.

”Oleh karena itulah, Indonesia dianggap sebagai negara mandiri karena adanya energi baru dan terbarukan,” tambahnya.

Bentuk kerja sama ini dinilai sangat penting untuk saat ini dan masa depan. Prof. Kadarsah sendiri berharap semoga bentuk kerja sama ini dapat mencapai lingkup yang lebih luas.

ITB sendiri akan siap untuk berkolaborasi kembali bersama UMRAH, bukan hanya di bidang sumber daya saja, tapi juga pada bidang-bidang lainnya.(ADLY-MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here