Kembangkan Wisata Lewat Budaya

0
124
WAKIL Gubernur Kepri H Isdianto menerima sekapur sirih di acara pembukaan (Perda) nomor 1 tahun 2014 tentang Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri di Gedung LAM Kabupaten Bintan di Kijang, Sabtu (1/8). f-istimewa/humas pemprov kepri

Wakil Gubernur Kepulauan Riau H. Isdianto, S.Sos, MM meminta pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) bisa membantu pemerintah dalam mengembangkan wisata dari sektor budaya.

BINTAN – HAL ini dikatakan Isdianto saat membuka sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) nomor 1 tahun 2014 tentang Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri. Sosialisasi ini dilaksanakan di Gedung LAM Kabupaten Bintan di Kijang, Sabtu (1/8). Adapun tema yang diangkat dari sosialisasi ini adalah sesuai dengan misi LAM, yakni ‘Dengan Perda nomor 1 tahun 2014, Kita Tingkatkan Wibawa LAM serta Marwah dan Martabat Masyarakat Melayu Kepulauan Riau’.

Pada kesempatan ini H. Isdianto yang juga Datok Timbalan Setia Amanah Kepri berharap Perda ini benar-benar bisa menjadi kekuatan LAM dan pemerintah dalam penyusunan anggaran kegiatan LAM.

Melahirkan sebuah Perda, menurut Isdianto tidaklah mudah karena butuh proses dan komitmen semua elemen. Adapun dengan lahirnya Perda nomor 1 tahun 2014 ini membuktikan bahwa Pemprov Kepri sangat serius dalam membesarkan LAM. Dan Isdianto berharap ini menurun hingga tingkat kabupaten dan kota.

”Percayalah, Gubernur Kita H. Nurdin Basirun dan saya sebagai wakilnya 1000 persen kami mendukung keberlangsungan LAM ini. Kita mau orang masuk ke Kepri tahu tentang Melayunya. Dan LAM harus bisa mengemasnya dengan baik,” kata Isdianto.

Selain itu, mengingat saat ini Pemprov Kepri sedang giat-giatnya mengembangkan pariwisata dan budaya untuk mendongkrak PAD. Maka LAM juga diharapkan lebih kreatif dan bisa masuk ke dalamnya untuk memberikan sumbangsih dari sudut budaya.

”Cara lain menjaga kebakuan adat Melayu ini. Alangkah baiknya jika dibikin sebuah buku yang simpel dan mudah dipahami. Selanjutnya tambahan kurikulum di sekolah-sekolah tentang budaya Melayu. Ini saya yakin efektif,” ujar Isdianto.

Di tempat yang sama, ketua LAM Kepri Abdul Razak, AB mengatakan bahwa Perda nomor 1 tahun 2014 dulu ditandatangani oleh almarhum H. Muhammad Sani. Kemudian LAM diminta untuk memperjuangkannya di DPRD.

”Alhamdulillah Perda ini akhirnya lahir. Gunanya untuk menata adat Melayu. Dan kita ini seperti sedang menata minyak yang penuh. Harus hatu-hati agar tidak sampai tumpah,” kata Abdul Razak seraya menegaskan jika Perda ini tujuannya untuk mendongkrak dan mempertahankan marwah dan adat istiadat Melayu.(MARTUNAS-SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here