Kembangkan Wisata Libatkan Warga Lokal

0
29
Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan RI, Askolani foto bersama usai pertemuan dengan para Deputi BP Batam, Kamis (6/12) sore di Bida Marketing, Batam Centre. Pertemuan tersebut membahas penerimaan negara di Batam yang mengalami penurunan dari Rp1,5 triliun menjadi RpRp1,3 triliun. f-istimewa/humas bp batam

Saran Staf Khusus Presiden untuk Kepri

BATAM – Staf Khusus Presiden, Ahmad Erani Yustika menilai jika parawisata menjadi satu sektor yang bisa memperbaiki defisit neraca transaksi berjalan. Provinsi Kepri diakui menjadi daerah yang berpotensi untuk mendorong minat investasi asing di sektor pariwisata, bersama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Namun diminta agar masyarakat lokal dilibatkan.

Menurut Ahmad, perkembangan pariwisata di Kepri masih potensial. Di mana, sepanjang tahun 2012-2018, neraca transaksi berjalan diakui masih mengalami defisit, karena penurunan ekspor. Sehingga pariwisata menjadi andalan ke depan. Di mana, jumlah kunjungan wisman ke Kepri 2018, Singapura 47,47 persen, Malaysia 12,06 persen, Tiongkok 10,87 persen dan lainnya 29,61 persen.

”Kepri harus mengembangkan pariwisata dengan memberdayakan masyarakat lokal sebagai pelaku utama usaha wisata,” himbaunya.

Diminta agar pemerintah juga mengoptimalisasi kearifan lokal dan khazanah budaya sebagai objek utama wisata. Menjalankan prinsip usaha ekonomi rakyat yang inklusif dan tidak tersentralisasi pada satu kelompok tertentu. ”Prinsip pengelolaan usaha yang transparan dan akuntabel, serta bermanfaat untuk pembangunan dan pengembangan kemajuan kawasan,” sarannya.

Menurutnya, tantangan ke depan, perkembangan parawisata disambut gembira diawal, karena membawa manfaat bagi ekonomi lokal. Namun pada tahap berikutnya, saat volume kunjungan bertambah, parawisata tidak dianggap sesuatu yang baru lagi.

”Jika perkembangan parawisata berlanjut, berbagai permasalahan akan bermunculan. Mulai kemacetan, susahnya memperoleh parkir dan masyarakat mengalami marginalisasi dalam keterlibatan parawisata,” bebernya.

Namun diminta agar pelambatan sektor industri manufaktur perlu dijadikan untuk mengoptimalkan pariwisata. ”Sektor pariwisata perlu terus dikembangkan sehingga mampu menjadi solusi bagi pemerintah untuk memperbaiki neraca transaksi berjalan. Perlu sinergi pemerintah pusat, daerah serta kolaborasi dengan swasta dan masyarakat,” himbau Ahmad.

Kepala Bank Indonesia (BI) Kepri, Gusti Raisal Eka Putra menambahkan dengan parawisata, maka UMKM juga akan berkembang. Diminta agar strategi pengembangan UMKM dilakukan dengan penguatan pasokan bahan makanan.

Mendorong kinerja ekspor dan parawisata. Meningkatkan akses keuangan. Digitalisasi UMKM, serta ikut dalam pameran nasional dan internasional.

”Baiknya dibuat sistem klaster pengembangan di Kepri, untuk meningkatkan daya saing UMKM. Melalui peningkatan interaksi dan kerja sama di antara pelaku usaha dalam klaster, akan menghasilkan manfaat dan efisiensi yang lebih tinggi,” kata Gusti. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here