Kemenag Target Zakat Fitrah Rp 90 Miliar

0
485
F-NET

SENGGARANG – Pihak Kantor wilayah (Kanwil) Kemenag Kepri menargetkan penerimaan zakat fitrah tahun 2017 sekitar Rp 90 miliar. Agar penerimaan bisa maksimal, Kemenag pun mengerahkan sekitar 48 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang tersebar di kabupaten/kota di Kepri. Kepala Bidang Zakat Kanwil Kemenag Kepri Khofifah menuturkan, target pengumpulan zakat fitrah tahun 2017 ini naik dibandingkan target tahun 2016 yang hanya Rp 80 miliar.

”Kalau target zakat fitrah tahun ini, Rp 90 miliar. Beda dengan target Baznas cuma sekitar Rp 16 miliar,” terang Khofifah kepada Tanjungpinang Pos, Senin (5/6).

Lebih lanjut dia menceritakan, beragam langkah-langkah yang dilakukan mereka sebagai bentuk strategi untuk menggesa UPZ dalam pemenuhan target itu. Salah satunya, sistem jemput bola. Tapi ia mengakui, saat ini petugas UPZ Kemenag yang sudah dikukuhkan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun masih sangat terbatas hingga terkendala masalah transportasi.

Namun pihaknya tetap tak patah arang, mengingat pengalaman tahun 2016 lalu untuk mencapai Rp 80 miliar bisa dicapai berkat kesungguhan dan kekompakan tim UPZ yang mengumpulkan zakat fitrah itu sendiri.

”Kalau kita beda dengan Baznas. Mereka hanya mengumpulkan zakat profesi atau zakal mal saja. Kalau kita, menyeluruh termasuk zakat infaq, sedekah dari semua kabupaten kota,” terangnya.

Lebih lanjut Khofifah menyampaikan, jumlah zakat yang dikumpulkan petugas UPZ terus mengalami peningkatan yang signifikan.

Hal ini juga karena didukung dengan adanya kebijakan pemerintah terkait ASN yang harus melakukan zakat profesinya masing-masing. ”Kalau zakat profesi ini otomatis, gaji naik, potongan juga ikut naik,” terangnya.

Tahun lalu sudah diberlakukan zakat profesi ini, sehingga target Rp 18 miliar mampu tercapai. Ditambah lagi didukung sepenuhnya Gubernur Kepri yang mengharuskan seluruh ASN-nya untuk menyisihkan rezeki yang mereka dapat untuk di zakatkan.

”Kelemahan di kita saat ini, keterbatasan SDM saja. Misalkan ada masyarakat yang mampu, mereka mau berzakat, tapi mereka tidak mampu mengantar, namun harus dijemput. Nah, di situ kadang petugas kita kesulitan, sehingga tertunda,” bebernya.

”Kita berharap Lembaga Amil Zakat mulai tahun depan diberdayakan,” timpalnya demikian. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here