Kemendag: Beras LN Bisa Diimpor Langsung ke Kepri‎

0
928
DUA buruh saat menurunkan beras Bulog di Tanjungpinang dari truk pengangkut beras ke salah Gudang Bulog, belum lama ini.f-suhardi/tanjungpinang pos

BATAM -‎ Kementerian Perdagangan RI, membuka peluang untuk Provinsi Kepri mendapat beras impor dari Luar Negeri (LN), tanpa lewat Jakarta. Meski demikian, ada catatan yang diberikan. Diantaranya, keputusan import dari negara asal beras ke Batam, melalui keputusan Bulog.

‎Demikian disampaikan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan, kepada Tanjungpinang Pos, belum lama ini. “Import beras bisa dari luar negari langsung ke daerah tertentu. Tidak harus melalui Jakarta,” katanya, setelah Mendag Enggartiasto memintanya menjawab wartawan.

‎Ditegaskan juga,  harus melalui Bulog yang memiliki wewenang untuk melakukan dan mengatur import beras. ‎”Biasanya kebijakan Bulog ini pengadaannya terpusat. Tapi importasi masuk ke pelabuhan mana, mereka yang atur. Tak harus lewat Jakarta. Bisa masuk dari Surabaya, Belawan, dan lainnya,” sambungnya.

‎Saat pertemuan dengan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Kepala BP Batam, Lukita dan pengusaha, Mendag Enggartiasto,  sudah meminta Bulog membantu.

Baca Juga :  56 Ribu Warga Batam Masih Nunggu KTP-el

Enggartiasto meminta Bulog menyalurkan beras ke daerah-daerah yang tak memiliki stok beras medium. Langkah ini dilakukan agar harga beras medium tak lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

‎“Kalau tak punya stok beritahu kami, Bulog akan menyuplai,” kata Enggar.

Disampaikan, mulai 16 April 2017, seluruh pedagang beras di Indonesia wajib menjual beras medium sesuai HET.

Peran Bulog, yaitu dipastikan ketersediaan beras medium di daerah akan terpenuhi, sehingga tak memicu kenaikan harga. Serta menjamin beras yang digelontorkan melalui Bulog terjamin kualitasnya. “Berasnya diimpor dari Thailand dengan kualitas patahan hanya 5 persen. Lebih bagus dari beras lokal,” jelasnya.‎

‎‎Saat itu, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menyampaikan harapan, agar keran import beras untuk Kepri segera dibuka. Alasannya, karena Kepri bukanlah daerah penghasil beras. Sehingga selama ini, kebutuhan beras diakui mengandalkan beras dari Cipinang, Jakarta. Ini menyebabkan harga beras di Batam lebih mahal karena ada biaya ongkos.

Baca Juga :  Desember, Taksi Online Wajib Urus Izin

“Dampakya pada harga jual beras pasaran di Kepri. Kami harapkan impor beras untuk Kepri bisa dilakukan. Supaya rentang kendalinya tak jauh,” kata Nurdin.

‎Diakui Nurdin, pihaknya sudah menyurati pemerintah pusat terkait hal itu. Jawab Mendag disebutkan Nurdin, akan mempelajari untuk kepentingan nasional. Namun Enggar menyebutkan, untuk penduduk Kepri sekitar 2 juta itu tak terlalu membebankan negara.

“Kalau impor beras dibuka, kami akan memperketat pengawasannya,” janji Nurdin.

Sementraa Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, Batam penting menjaga daya saing dalam sektor perburuhan. Jika ada kenaikan upah buruh pertahun, membuat investor ragu. Kondisi ini dinilai, terjadi karena kesulitan melakukan pengendalian harga sembako.

Baca Juga :  70 Berkas IPH-UWT Masuk Lewat BLINK

“Sebab Batam bukan daerah penghasil, sehingga harus mendatangkan kebutuhan pokoknya dari daerah lain. Jawaban pak menteri tadi akan menyelesaikan masalah lewat Bulog,” imbuh Amsakar.

Sementara Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk saat dialog dengan Mendag, mengatakan jika harga kebutuhan pokok di Batam terbilang mahal. Setiap kali pembahasan upah, buruh kerap meminta kenaikan upah. Satu di antaranya karena harga beras mahal.

“Kami minta agar pemerintah bisa membuka keran impor beras untuk Batam atau setidaknya memberikan subsidi logistik. Sehingga harga beras di Batam akan turun di bawah HET atau paling tidak sama dengan HET,” harap Jadi.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here