Kemendag RI Bangun Pasar Induk di Kepri

0
263
MENTERI Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita saat meninjau harga barang di Pasar Pujabahari Batam, Minggu (11/11). f-martua/tanjungpinang pos

BATAM – Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita memastikan akan membangun pasar induk di Kepri. Namun belum ditentukan lokasinya apakah di Batam atau Tanjungpinang.

Untuk Kepri, anggaran disiapkan dari Kemendag membangun pasar tersebut. Kata dia, pasar itu untuk membantu mendorong kebutuhan masyarakat dapat diperoleh lebih murah.

”Pokoknya di Kepri ada (anggaran). Tapi masih dibicarakan. Nanti kita lihat apakah tahun depan atau gimana. Dimanapun itu, yang akan bicarakan adalah sharing anggaran,” ujarnya di Batam, Minggu (11/11).

Enggar belum bisa memastikan dimana pasar tersebut akan dibangun. Sebab, Pemerintah Kota Batam dan Pemprov Kepri sama-sama meminta bantuan Kementerian Perdagangan RI untuk membangun pasar induk itu.

”Tentang pasar induk ini pak wali (Batam) jemput saya, menyampaikan itu. Itu nanti. Masih dalam pembicaraan sama Kementerian PUPR,” ungkapnya lagi.

Diakuinya, Kemendag kini menyiapkan pembangunan pasar induk dengan memprioritaskan tipe C dan tipe D. Prioritas itu tidak lepas dari anggaran. ”Tapi bukan berarti pasar induk (tipe A dan B) tak dibutuhkan. Pasar induk cukup penting,” tambahnya.

Terkait dengan itu, Wako Batam, HM Rudi tidak berkomentar banyak. Dia terkesan pasrah dan menyerahkan kepada pemerintah pusat, untuk mewujudkan rencana pembangunan Pasar Induk Jodoh. ”Mau gimana lagi, kita lihat nanti ya. Belum sempat ngomong panjang dengan menteri,” ujar Rudi.

Sebelumnya, Pemko Batam sudah mencanangkan rencana pembangunan Pasar Induk Jodoh, mulai tahun 2019. Pedagang yang ada di pasar induk, sudah direncanakan untuk merelokasi, akhir tahun. Saat ini, persiapan tempat relokasi sudah dilakukan di samping Pasar Induk Jodoh.

”Jika waktunya sudah sampai, tetap kami gusur. Sampai akhir tahun ini,” kata Ketua Tim Terpadu Kota Batam, Yusfa Hendri.

Rencana penertiban pedagang di pasar induk sempat dilakukan, sekaligus untuk relokasi. Namun, pemindahan gagal dilakukan, karena ada penolakan dari pedagang. Belum ada kata sepakat antara pemerintah dan pedagang.

”Mereka ingin tetap bertahan dengan kondisi itu, kami tak bisa biarkan juga, kasian mereka. Pasar itu mesti dibongkar,” imbuhnya.

Yusfa Hendri mengatakan, penertiban merupakan keharusan, karena tidak mungkin pembongkaran dan pembangunan baru pasar itu jika di dalamnya ada pedagang. Apalagi pihaknya terikat waktu serta terikat pembiayaan yang jika tidak dilaksanakan anggaran akan hangus.

”Dananya ada dari pusat, kalau program itu tak dilaksanakan uang akan dikembalikan, kan sayang. Persoalan lain juga, akan berdampak pada kinerja yang tidak tercapai, dan pusat tak lagi bantu nanti. Ini yang harus kita semua pahami,” paparnya.

Untuk pedagang, lanjut Yusfa, pemerintah bukan tidak mempersiapkan solusi. Salah satunya yakni dengan menggandeng pihak ketiga dengan menyiapkan tempat relokasi sementara, bahkan tiga bulan pertama gratis.

”Tempat relokasi itu sebenarnya pilihan, kalau merasa ada tempat lain yang mereka cari sendiri lebih bagus, kami persilahkan,” imbuhnya.

Selama ini, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun juga gencar meminta anggaran dari pusat untuk membangun pasar tradisional berkonsep modern di Tanjungpinang.

Lokasinya juga sudah beberapa kali disurvei gubernur yakni di Batu 8 Atas atau tak jauh dari TCC mal. (mbb/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here