Kemenhub Abaikan Pelabuhan Parit Rempak

0
319
Kondisi ruang tunggu keberangkatan pelabuhan Roro Parit Rempak, Meral, Karimun terlihat memprihatinkan. f-ALRION/tanjungpinang pos

KARIMUN – Kementerian Perhubungan RI terkesan mengabaikan perbaikan dan perawatan Pelabuhan antar Parit Rempak, Meral, Karimun. Kurangnya perhatian terlihat dari fasilitas ruang tunggu dan lainnya, yang kondisinya sangat memprihatinkan.

”Status siapa yang bisa memperbaiki atau melakukan perawatan pelabuhan Parit Rempak masih abu-abu. Beberapa waktu lalu, Kementerian Perhubungan akan melakukan perbaikan. Kenyataan sampai hari ini, belum juga ada upaya perbaikan dari pihak yang dimaksud,” kata Fajar Harison, Kepala Dinas Perhubungan, kemarin.

Pemerintah Kabupaten Karimun dapat mengalokasikan anggaran, jika Operasional Pelabuhan Parit Rempak telah diserahkan pada Pemerintah Kabupaten. Hal ini yang membuat fasilitas di pelabuhan tersebut tidak kunjung diperbaiki, setelah dibangun belasan tahun lalu atas kerja sama Pemerintah Kabupaten Karimun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri dan Kementerian Perhubungan RI.

”Memang ada beberapa pihak kami dengar mengeluhkan kondisi Pelabuhan Parit Rempak. Seperti Jalan dan ruang keberangkatan penumpang kapal Roro. Belum adanya penyerahan operasional dari kementerian membuat fasilitas tidak dapat diperbaiki,” tambah Fajar.

Termasuk Badan Usaha Pelabuhan (BUP), yang dikelola PT Karya Karimun Mandiri tidak dapat melakukan perbaikan atau perawatan ruang tunggu dan jalan. Sebab, penyerahan aset dari Dinas Perhubungan secara utuh belum ada.

Dalam waktu dekat ini, kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan RI di Jakarta terkait penyerahan aset bangunan di pelabuhan tersebut dan fasilitas lainnya. ”Sehingga, masyarakat tidak menilai Dishub Karimun tidak peduli dengan kondisi pelabuhan ini,” kata Fajar.

Sebenarnya banyak yang harus dibenahi di pelabuhan ini. Melibatkan semua pihak demi kelancaran keberangkatan di pelabuhan ini. Mora, warga Karimun yang menurut dia kordinasi antar instasi Pemerintah dipelabuhan belum maksimal.

Kemudian, sampai hari ini persoalan rantai jembatan penghubung antara pelabuhan dengan kapal roro tidak kunjung diperbaiki. Sehingga saat air pasang, bagian bawah kendaraan kerap terkena air laut.

Pihak ASDP sebaiknya membuka tiket sehari sebelum keberangkatan. Sehingga tumpukan antrian calon penumpang di pelabuhan pada malam hari dapat diantisipasi. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here